More
    BerandaKota KupangTahun 2024, Bappeda Kota Kupang Target Raih Pendapatan Rp22 M

    Tahun 2024, Bappeda Kota Kupang Target Raih Pendapatan Rp22 M

    Badan Perencanaan Pembagunan Kota Kupang menggelar Musrembang RPJPD Kota Kupang tahun 2025-2045 (Jumat, 16/8).

    Hadir dalam pembukaan Musrembang Ayodia Kalake Pj.Gubernur NTT didampingi Fahrensy Funay Pj.Wali Kota Kupang sekaligus membacakan Berbagai Pj.Gubernur NTT yang dalam Berbagainya menyampaikan bahwa RPJPD merupakan penjabaran dari visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan daerah jangka panjang untuk 20 tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPN, RPJPD provinsi dan rencana tata ruang wilayah. Selanjutnya dokumen RPJPD ini menjadi dasar dalam penyusunan RPJPMD secara teknoratik dan menjadi pedoman dalam penyusunan visi, misi dan program bagi calon Walikota Kupang yang akan mengikuti pilkada serentak tahun 2024 ini.

    “Oleh karena itu saya berharap penyelesaian dokumen RPJPD dan RPJMD teknoratik ini harus selesai sebelum tahapan-tahapan pilkada dimulai. Saya mengharapkan perhatian dan dukungan kita semua untuk dapat mewujudkan apa yang direncanakan dalam dokumen RPJPD.” Katanya.

    ada pendapatannya sebenarnya salah satu ukuran kinerjanya adalah bagaimana mencapai target. Realisasi Pendapatan sebagai standar komitmen integritas baru yang diukur kinerjanya. Tapi kinerja utamanya diukur itu adalah bagaimana dia mencapai realisasi pendapatannya dan banyak orang itu agak kurang senang jika dia menduduki jabatan yang ada pendapatan sampai-sampai baru kerja 1 bulan mundur. Padahal pendapat kerja anda tulis saja. Jadi tadi itu curhatan hati pendapatan Kaban.

    Sebenarnya itu tidak sulit menghasilkan pendapatan, karena yang membayar pendapatan masyarakat. Jadi kita bagaimana memberikan sosialisasi kepada masyarakat turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan informasi. Tentu kerjanya kolaborasi bersama dengan Camat, Lurah, RT dan RW. Jangan mengeluh. Waktu jabatan satu bulan ngeluh, sekarang sudah 6 bulan ngeluh lagi, banyak orang tidak suka. Saya mau jadi sekda, jabatan terakhir saya kaban pendapatan. Kejar pendapatan dengan kerja nyata, jangan tidur-tidur sudah mau 6 bulan baru kita sadar bahwa saya sedang bermimpi nanti besok itu pendapatan saya naik. Ridak bisa, kita harus menyusun rencana kerja, mulai dari satu Januari hingga setiap Desember. Tapi kalau memang sudaj tidak mau lagi, terlalu banyak pejabat yang ada di kota ini. Kalau memang rasanya berat, enggak apa-apa. Menurutnya tidak bisa bekerja pada target pendapatan yang cukup tinggi terus dengan kerja setengah-setengah. Enggak bisa, ketegasan perlu. Tapi juga perlu strategi, perlu ada diberikan strategi diberitahu pada kita ada strateginya tapi apa yang sudah diberikan kepada badan pendapatan itu merupakan hak kalian. Tinggal saja diatur dengan baik. Kaban pendapatan ini masih camat Kota Lama juga ya jadi kerja dua tempat. Kalau agak berat di sini dia turun ke kecamatan Kota lama.

    Pekan Pembayaran PBB P2 ini merupakan sebuah acara yang setiap tahun dibuat oleh Badan Pendapatan Daerah Pekan Pembayaran PBB P2 pedesaan dan perkotaan atau yang biasa disebut PB PBB P2 pemerintah kota Kupang tahun 2024.

    “Pajak merupakan salah satu aset strategi dan faktor pendukung utama pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Seperti tadi telah dijelaskan banyak oleh ketua panitia juga oleh Kepala Badan Pendapatan. Bagi saya momen hari ini adalah momen yang sangat baik untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat agar ketika kita sadar membayar pajak maka pembangunan daerah pun akan berjalan dengan baik, walaupun sangat kecil karena target pendapatan kita di kota Kupang ini adalah Rp204.027.000.000. Dari beberapa tahun ini kami terus menaikkan target pajak berdasarkan informasi sumber-sumber pendapatan kami sehingga pada tahun 2023 kemarin kami mencapai target Rp223 miliar. Tentu saja hal ini bukan hanya kerja Dinas Pendapatan Daerah saja, tetapi ada kerja kolaborasi dengan para notris dan para OPD dan para pengelola pajak, ada bank NTT. Ada kerjasama yang paling kecil untuk membantu pemerintah daerah memasang EDC sebagai alat perekam untuk membantu menyalurkan pajak.

    “Kegiatan seperti jamgam disininsaja, kami terus berkoordinasi dengan para lurah agar kegiatan ini berjalan terus dan tentu kalau bisa jangan di tempat ini saja paling tidak di mall juga diberikan edukasi terus menerus supaya masyarakat bisa menggunakan pembayaran melalui QRIS yang hari ini diluncurkan. Saya apresiasi Kaban Bapensa Kota dengan ide-ide kreatifnya yang dimiliki. Jangan hanya satu tempat saka, tapi di mana saja pada segala hal melakukan sosialisasi.

    Launching diakhiri dengan pembayaran pajak melalui QRIS oleh pejabat Wali Kota Kupang pada PP PBB P2. || jbr

    Angkasa Pura, BI NTT, Hotel Kristal Depot Pertamina Pemalang perwakilannya PT Nusa dan Muhammadiyah

    Komentar Anda?

    Lensa NTT
    Lensa NTT
    Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, sekretaris JMSI NTT.

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas