Kupang,lensantt.com- Tahun 2022 Kegiatan Balai Besar Pelatihan Peternakan sudah diagendakan untuk melaksanakan pelatihan dasar fungsional ahli Penyuluh Pertanian Lapangan.
“itu sudah kita laksanakan Akhir Januari sampai 3 Februari selanjutnya kita memberikan pelatihan-pelatihan tematik pengendalian penyakit pada tanaman jagung atau temanya budidaya tanaman jagung,” Kata Kepala Balai Pelatihan Peternakan Provinsi NTT Drh. Bambang Haryanto Rabu, (06/04/2022).
Program ungglan balai kali ini adalah, melatih sekitar 30 orang kaum milenial untuk bertani secara modern di mana mereka akan dilatih merancang alat menyiram sehingga bekerja hannya menggunakan Hand phone (HP) atau Leptop.
“Mereka akan ikut pelatihan dan diajari membuat alat sehingga tanaman bisa di siram dengan kontrol dari HP maupun leptop, kita mengontrol dari jarak jauh,” kata dia.
Dalam waktu dekat pelatihan.yang bertajuk Smart Farming atau pertanian yang cerdas akan segera dilaksanakan.
” Memberikan materi pelatihan tentang bagaimana menyelenggarakan pertanian yang sudah mengikuti era era modern era di mana menggunakan sensor,” jelasnya.
Untuk mempersiapkan pelatihan itu, pihak Balai pertanian sudah menyiapkan lahan.
” kita sudah siapakan halaman kita ini yang baru nanti ini menjadi tempat praktek,” jelasnya.
” kabupaten berikut 15 orang dari Kabupaten Kupang dan angkatan 30-an latih materi itu merakit Bagaimana nyiram atau mengukur suhu tanah tidak perlu kita harus menyiram kemampuannya agar kita bisa pakai remote pakai HP kita bisa posisinya di mana misalnya saya lagi ada di Bali kita sudah bisa nyiram dari Bali,” kisahnya.
Provinsin NTT suadah harus mengelola pertanian yang modern.”pertanian NTT yang sudah lebih maju jadi dan merujuk kepada pertanian modern,” kata dia.
Persyaratan peserta, umur maksimal umur 40 tahun. ” kenapa umur yang ini menjadi penting karena supaya mereka adaptif terhadap teknologi Jangan sampai kita mau ada apa merakit menginstal alat-alat seperti ini pakai sensor pakai orang-orang kan nggak mungkin makanya kita miliki maksimal umur segitu,” jelasnya.
Yang kedua yang dilatih bersedia menerapkan Smart farming. Ketiga mereka bersedia mengakses dana KUR supaya didampingi.
“Jadi yang mendampingi bukan kita saja tapi tapi nanti dari pihak bank, memberikan pendampingan sampai sukses,” ujarnya.
Ia menambahakan, petani modern harus sumber air memadai, aliran listrik dan jaringan internet.
” syarat-syarat ini menjadi penting karena apa kita mau pakai Android,” kata dia.
Pada intinya kita akan mendorong dia akan tumbuh lebih cepat. Ia menjelaskan, peserta juga petani aktif minimal 1 tahun. (Ikz)

