More
    BerandaEkbisIkut Perintah Presiden Jokowi, Mata Air Jiwuwu Jadi Pilihan Bupati Sabu Raijua,...

    Ikut Perintah Presiden Jokowi, Mata Air Jiwuwu Jadi Pilihan Bupati Sabu Raijua, Ini Alasannya

    Kupang, Lensantt.com- Presiden Joko Widodo mengeluarkan Amanat untuk menyatukan Air dan Tanah yang diambil daru seluruh Provinsi di Indonesia.
    Kabupaten Sabu Raijua yang berada di beranda terselatan NKRI mendapat penghargaan dengan membawa mata air dan dissrahkan ke Gubernur NTT yang di bawa ke Ibukota Nusantara.
    Mendapat kepercayaan besar Bupati  Sabu Raijua Drs.Nikodemus N Rihi Heke,M.Si mengambil air dari Sumber mata Air yang berada di Jiwuwu.
    Rihi Heke kepada media ini (11/03/2022) menjelaskan, Air yg diambil dr sumber mata air bumi Sabu Raijua, dalam wilayah adat Hawu Dimu (Sabu Timur).
    Ia mengatakan, Konon sumber mata air Jiwuwu bermula dari munculnya seekor belut besar di tempat itu.
     Belut diyakini orang Sabu sebagai makhluk pembawa air – Dengan munculnya belut tersebut maka para leluhur melakukan ritual adat, mandoakan agar Tuhan yg diyakininya memberkati dan memberikan bumi Sabu dengan sumber air tempat itu.
     Alhasil, di tempat itu muncul mata air y cukup besar yang dipakai sebagai sumber air bersih dan juga mengairi sawah sampai sekarang. Walaupun iklim kritis,  mata air itu tidak sampai kering kecuali debit nya yg berkurang.
    Ia membeberkan alasan mengambil Air diambil dari sumber mata air wilayah adat Hawu Dimu karena Hawu Dimu berada dibagian Timur Sabu Raijua
    ” Bagian Terbit Matahari, sebagai simbol Sumber Energi, dan Simbol Sumber Terang,” kata dia.
    Saat menyerahkan ke Gubernur NTT dengan tegas ia mengatakanKami Sabu Raijua, Kami NTT Kami Indonesia
    “Dari beranda Selatan NKRI,  kami serahkan air dari sumber mata air BUMI SABU RAIJUA, untuk disatukan dengan Tanah dan Air dari berbagai tempat di wilayah NKRI,  sebagai simbol Persatuan dan Kesatuan di Ibu Kota Negara (IKN) NUSANTARA sampai kapanpun NKRI tetap ada di Bumi Nusantara,” ucapnya.(ikz)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas