More
    BerandaEkbisBWS NT II Provinsi NTT Berdayakan Masyarakat, 50 Miliar Lebih ...

    BWS NT II Provinsi NTT Berdayakan Masyarakat, 50 Miliar Lebih Disalur Melalui Pekerjaan Irigasi

    Kupang, lensantt.com- Harus diakui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II( BWS NT II) Provinsi NTT punya andil besar dalam pembangunan khususnya dalam memenuhi air bersih.
    Walau saat melakukan sebuah pekerjaan mereka (BWS NT II) selalu dihantam dengan “Nada Miring”. Bahkan, kata-kata yang kurang pantas juga diberikan apalahi saat pembebasan lahan.
    Namun, niat membangun tak pernah luntur dengan segala upaya mereka lakukan demi masyarakat provinsi NTT.
    Terbukti, beberapa bendungan besar sudah ada di Provinsi NTT sebut saja Bendungan Napunggete, Rotiklot dan Raknamo.
    ternyata tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih lewat bendungan dan embung.
    BWS NT II juga memberi uang lewat pembangunan irigasi yang dikerjakan oleh masyarakat dibtempat itu sendiri.
    “Program padat karya kami berikan kepada masyarakat melalui pembangunan irigasi di daerah masing-masing,” jelas Kepala Balai Agus Sosiawan kepada media ini Senin (27/12/202).
    Setiap kelompok tani yang ingin mengerjakan irigasi tersebut wajib mempunyai lahan dan air.
    Kelompok tersebut diberi kebebasan mengelola pekerjaan irigasi itu sendiri. Mulai dari tukang hingga material. Pihak balai hanya bertugas medampingi setiap kelompok.
    “Tugas balai hanya mendampingi,” tegasnya.
    Terkait pekerjaan tersebut Sosuawan mengatakan, tahun 2021 pihak balai menyiapkan sekitar 270 item pekerjaan dengan anggaran 195 juta setiap titik.
    “Jika di kalikan sekitar Rp.50.700.000.000 ( Lima Puluh Miliar Tujuh Ratus Juta Rupiah) yang di alirkan ke masyarakat tahun 2021,” tegasnya.
    Dari jumlah pekerjaan itu, progresnya telah mencapai 100 persen. Ia menambahkan, tahun 2022 pihak balai mengusulkan lagi 10 item pekerjaan yang sama.
    Ditempat yang sama Kasi  OP BWS NT II Yohanes Harapan mengatakan, program tersebut sangat menyentuh masyarakat. Hampir semua kelompok senang dengan pekerjaan yang di berikan tersebut.
    ” Hampir semua masyarakat senang,” jelasnya.
    Kendati dikelola sendiri, pekerjaan itu tetap di audit oleh pihak balai.” Pekerjaan akan tetap di periksa,” jelasnya.
    Ia menambahkan, para pekerja tidak bisa didatangkan dari luar daerah. ” tidak bisa dari luar daerah tetap melalui koordinasi ke kami,” ujarnya.
    Soal uang langsung ditransfer ke rekening para pengelola.” Itu pakai rekening koran jadi tidak bisa satu orang yang ambil,” kata dia. (Ikz)

    Komentar Anda?

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas