Kupang, lensantt.com- Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menangkap seorang terpidana dugaan kasus penyalagunaan anggaran proyek pembangunan jaringan pipa air di Desa Tribur, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor.
Terpidana atas nama Paskalis Oematan berperan sebagai Kepla Perwakilan CV. Timor Raya Alor yang mengerjakan proyek pembangunan pipa tahun 2010 lalu.
Asintel Kejati NTT, Asbach mengatakan, terpidana Paskalis Oematan telah dimasukan dalam Daftar Pencaria Orang (DPO) Kejati NTT sejak tanggal 20 Oktober 2015 silam.
“Namun terpidana baru ditangkap di kediamannya di Jalan Sumatiro, RT 004, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, tanggal 21 Juni 2021,” jelasnya Asbach kepada waratwan, Selasa 22 Juni 2021.
Atas tindakannya, terpidana dijatuhi hukuman penjara satu tahun enam bulan, berdasarkan putusan Mahkama Agung (MA) No 2187 K/Pidsus 2015/19 November 2015.
“Karena dari total anggaran Rp700 juta, kerugian negara mencapai Rp124 juta lebih. Terpidana juga didenda Rp20 juta dengan subsider 3 bulan kurungan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, dari hukuman penjara satu tahun enam bulan, terpidana hanya menjalani sisa masa tahanan selama tujuh bulan delapan hari.
“Karena dia sudah menjalani hukuman sebelas bulan hukuman sebelum ada keputusan dari Mahkama Agung. Jadi sekarang dia hanya menjalani sisa masa tahananya saja,” terangnya.
Usai melakukan pemeriksaan, terpidana Paskalis Oematan akan dibawah ke Lapas Kupang untuk menjalani sisa masa hukumannya.
“Rencanannya, terpidana akan di eksekusi di Lapas Kupang,” jelasnya.
Dia menambahkan, proyek pembangunan jaringan pipa air melibatkan tiga orang lainnya, yang merupakan kawan dari Paskalis Oemata.
“Namun mereka lain sudah selesai menjalani hukuman. Sementara Paskalis Oematan ini karena sempat melarikan diri,” tandasnya.(ikz)
Baca Juga :  Beri Layanan Hukum Gratis, Kejati NTT Luncurkan Aplikasi Lanaku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here