Tuesday, July 23, 2024

Sekda Buka Kegiatan Bimtek LKPM Bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Sabu Raijua

-

š’š„šŠšƒš€ šš”šŠš€ šŠš„š†šˆš€š“š€š

š’š„šš€, lensantt.com ā€“ Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sabu Raijua, Septenius M. Bule Logo, SH.,M.Hum membuka dengan resmi Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha dan aparat penanam modal yang diselenggarakan oleh Dinas PMPTSP Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sabu Raijua. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (1/7/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas PMPTSP Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sabu Raijua, Para Pimpinan Perangkat Daerah dan para Pelaku Usaha (Peserta Bimtek).

Dalam sambutannya, Sekda Septenius M. Bule Logo, SH.,M.Hum menyampaikan bahwa Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) adalah dokumen yang wajib disampaikan oleh pelaku usaha yang telah melakukan penanaman modal di suatu daerah.

ā€Tujuan utama LKPM adalah untuk mengawasi dan mengevaluasi realisasi penanaman modal yang telah dilakukan. LKPM disampaikan secara berkala melalui layanan OSS (Online Singe Submission). Untuk usaha skala mikro (modal usaha sampai dengan 1 Miliar), dan usaha skala kecil (modal usaha 1 s.d. 5 Miliar), LKPM disampaikan setiap 6 bulan. Sedangkan untuk pelaku usaha skala menengah (modal usaha lebih 5 s.d 10 Miliar) dan skala besar (modal usaha lebih dari 10 Miliar), LKPM disampaikan setiap 3 bulan,ā€ ungkap Sekda.

ā€LKPM memiliki dasar hukum yang kuat yaitu, Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang mewajibkan setiap penanam modal untuk melaporkan kegiatan usahanya. Hal ini juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko,ā€ sambungnya.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa manfaat LKPM bagi pelaku usaha mikro dan kecil adalah Transaparansi Usaha, Peningkatan Kinerja dan Akses Informasi. Dalam penyampaian LKPM terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi oleh pelaku usaha mikro dan kecil antara lain kesulitan dalam mengumpulkan data dan dokumen pendukung, pemahaman terbatas tentang format dan komponen LKPM serta kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam penyampaian laporan. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menerapkan beberapa solusi dan strategi, dimulai dengan meyediakan pelatihan teknis terkait LKPM dan dilanjutkan dengan pendampingan penyampaian pelaporan bagi pelaku usaha. Selain itu Dinas PMPTSP Perindustrian dan Perdagangan juga melayani pelaku usaha untuk melakukan konsultasi melalui layanan telpon maupun WA/SMS.

Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kabupaten Sabu Raijua yang telah memiliki NIB sampai dengan awal tahun 2024 sudah mencapai 1.322 Pelaku Usaha artinya bahwa kewajiban untuk menyampaikan LKPM sebanyak 1.322 pelaku usaha. Namun pada kenyataannya belum semua pelaku usaha menyadari akan kewajiban tersebut bahkan belum paham bagaimana menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal atas usaha yang sedang dilakukan. Pada kesempatan ini juga saya ingin menyampaikan bahwa tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua diberi target realisasi investasi sebesar Rp. 25 Miliar, untuk itu saya perlu mengingatkan kepada setiap pelaku usaha yang telah memiliki NIB agar dapat memenuhi kewajibannya agar menyampaikan LKPM secara triwulan bagi usaha Mengah dan secara semesteran bagi usaha Kecil. Kewajiban ini akan sangat membantu memberikan informasi kepada Pemerintah tentang perkembangan investasi di Kabupaten Sabu Raijua serta permasalahannya sehingga Pemerintah dapat segera mencari solusinya. Saya berharap dengan kesadaran seluruh pelaku usaha dalam memenuhi kewajibannya maka investasi di Kabupaten Sabu Raijua akan semakin baik. Dalam upaya peningkatan realisasi investasi, Pemerintah terus melakukan terobosan-terobosan. Bentuk nyata yang dilakukan adalah tahun ini melalui Dinas Penanaman Modal PTSP, Peridustrian dan Perdagangan melakukan pengembangan industri Garam Skala rumah Tangga ā€Mengehi Semestaā€ . Mengehi Semesta memberikan kesempatan bagi semua masyarakat yang memiliki komitmen untuk mengembangkan garam dengan difasilitasi geomembrane oleh Pemerintah. Disamping itu Pemerintah fasilitasi peningkatan kualitas produk masyarakat dengan menyediakan kemasan untuk semua jenis produksi barang mulai dari kemasan untuk gula sabu, gula semut, makanan tradisional dan lain-lain. Semua upaya ini dalam rangka mewujudkan program di bidang Perindustrian dan Perdagangan yakni SABU RAIJUA SATU RUMAH TANGGA SATU PRODUK. Hal ini menegaskan bahwa Pemerintah berinovasi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

ā€Sebelum mengakhiri sambutan ini, Saya ingin menyampaikan beberapa hal; yang pertama Saya ucapkan terimakasih kepada Tim Pengendalian Inflasi Pusat, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Para Pelaku Usaha dan seluruh Masyarakat Kabupaten Sabu Raijua yang secara bersama-sama berkolaborasi dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Sabu Raijua sehingga tahun ini Kabupaten Sabu Raijua masuk Nominator pada kategori Kabupaten Berprestasi dalam Pengendalian Inflasi tahun 2023 untuk Wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Prestasi ini bukan hasil kerja Pemerintah saja namun karena adanya dukungan yang positif dari para pelaku usaha dan seluruh masyarakat. Kedua, tahun 2024 adalah tahun penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak untuk itu saya mengharapkan seluruh masyarakat Sabu Raijua untuk menjaga persatuan dan kesatuan menjelang pelaksanaan PILKADA, jangan terjebak dalam berbagai isu negatif yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Kita harus bisa menjunjung tinggi etika sopan santun dan tata krama yang baik dalam menggunakan media sosial,ā€Ujar Sekda.

Mengakhiri sambutan ini Sekda mengajak semua komponen untuk Bersatu, Bergandengan Tangan, Bekerja Sama dan Bersinergi, Bekerja Keras, Cerdas dan Tuntas.

ā€Ciptakan Iklim Investasi Yang Kondusif, Tingkatkan Investasi Menuju Sabu Raijua Bersatu, maju dan bermartabat,ā€ tutupnya. (hms/ikz)

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories