Kupang, lensantt.com- Turnamen Catur Piala Gubernur Provinsi NTT Batal pasalnya, Panitia yang di ketuai oleh Esy Bire mengundurkan diri sehari sebelum turnamen itu dihelat.
Pengunduran diri dari para panitia ini lantaran menurut mereka tidak ada dana untuk menggelar turnamen tersebut.
“Kalau Panitia tidak ada dana kenapa pengunduran dirinya tidak dari satu minggu sebelumnya ini lagi satu hari H-1 mengundurkan dengan alasan tidak ada dana”, kata Ketua Komunitas Catur NTT Imanuel Tamodok kepada media ini Senin, (15/08/2022).
Sesuai jadwal seharusnya pada tanggal 08 Agustus 2022 Turnamen Catur memperebutkan piala Gubernur sudah digelar namun tepat pada tanggal 7 Agustus 2022 melalui grup WA panitia mengundurkan diri.
“Rencananya dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2022 namun pada tanggal 7 semua panitia mengundurkan diri melalui grup WA”, ujarnya.
Menurut dia, setelah SK penunjukan pembentukan panitia dari Ketua Komunitas Catur NTT Kepada Esy Bire dan rekan sudah ada proposal yang dijalankan.
“Proposal yang dijalankan ada juga yang ke Gubernur dan Bank NTT,” jelasnya.
Ia menegaskan, jika panitia mengundurkan diri maka seharusnya proposal dan dokumen diserahkan kembali ke pihak komunitas.
“Saya harap semua dokumen dikembalikan ke pihak Komunitas,” tegasnya.
Menurut dia, setelah SK penunjukan pembentukan panitia diserahkan oleh Komunitas Catur NTT pada tanggal 1 Juli 2022 panitia sebenarnya sudah mulai bekerja.
Hasil kerja tersebut, hingga saat ini sudah 100 lebih orang terdaftar sebagai peserta bahkan, para peserta sudah tiba di Kupang untuk mengikuti pertandingan
“Karena batal ada peserta yang tinggal di Keluarga,” kata dia.
Ia berencana, akan membuat panitia baru untuk mejalankan Turnamen tersebut. Namun, ia meminta panitia yang lama agar mengembalikan semua berkas tersebut.
“Saya akan membuat panitia baru untuk melanjutkan kegiatan ini tapi panitia lama harus kembalikan dokumen-dokumen termasuk proposal,” jelasnya.
Dari informasi yang ia peroleh, seusai mengundurkan diri panitia ini ingin lagi menggelar turnamen catur karena menurut mereka dana sudah terkumpul.
“Yang menjadi pertanyaan dana ini dari mana Apakah dari proposal yang telah dijalankan atau dana yang baru karena saat mengundurkan diri panitia beralasan tidak mempunyai dana,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Catur Piala Gubernur Esi Meliana Bire menegaskan pengunduruan dirinya dan rekan panitia dari panitia turnamen tersebut karena tidak ada anggaran.
“Memang tidak ada anggaran untuk menggelar kegiatan itu, ” kata Esi Meliana Bire kepada media ini Senin, (15/08/2022).
Ia mengakui kalau setelah terbentuk panitia sudah berusaha mengumpulkan dana namun, dari pihak Dispora NTT mengaku kalau tidak ada anggaran untuk kegiatan tersebut.
Sedangkan, pihak bank NTT menolak memberi anggaran lantaran pada kegiatan yang sama pada tahun 2021 lalu tidak ada laporan pertanggung jawaban ke Pihak Bank NTT.
“Setelah kami telusuri ternyata pihak bank NTT menolak karena kegiatan lomba catur piala gubernur tahun 2021 tidak ada LPJ ke bank NTT,” kata dia.
Soal uang pendaftaran lainnya kata dia, sudah ada di rekening panitia namun tidak bisa dikeluarkan karena harus dua orang yang membubuhi tanda tangan yakni, dirinya sebagai ketua dan Ibu Merry Tomodok selaku bendahara.
“Harus dua orang yang tanda tangan saya dan bendahara,” jelasnya.
Ia menegaskan, sebagai ketua ia punya tanggung jawab menggelar turnamen tersebut. Untuk itu, ia telah berkomitmen untuk melanjutkan turnamen yang sempat batal tapi dengan syarat panitia harus dibawah naungan Percasi bukan Komunitas Catur.
“Sudah ada donatur yang mau membantu tapi kami panitia harus di bawah naungan percasi,” jelasnya.
Selaku ketua panitia yang ia butuhkan sebenarnya, adalah transparansi. Menurut dia, ada beberapa proposal yang dijalankan oleh pihak Komunitas Catur belum ada laporan penyelesaiannya ke Panitia.
“Saya mau kerja tulus, jujur dan transparan,” kata dia. (ikz)

