Monday, July 22, 2024

MENGENAL Drs. REFAFI GAH, SH.,M.Pd, SANG PEMIMPIN NASIONALIS BERHATINURANI

-

Oleh Dr. Marten Tualaka,SH.,M.Si

Refafi Gah merupakan Tokoh Pemimpin yang tidak asing lagi bagi warga masyarakat NTT, hal ini karena memang Refafi sebagai putra Sumba juga sebagai Ketua DPD Partai Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki 5 Kursi Anggota DPRD pada Pemilu 2019 dan 4 Kursi Anggota DPRD NTT pada Pemilu 2024. Sebagai Ketua Partai yang memiliki kursi di DPRD NTT juga selaku kader calon Gubernur/Wakil Gubernur yang mewakili orang Sumba tentu memiliki segudang ilmu dan pengalaman dalam dunia kepemimpinan khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tak heran jika sosok Refafi Gah merupakan gadis manis yang dilirik oleh Partai Politik dan para politisi yang hendak maju dalam pilkada NTT sebagai calon Gubernur yang ingin menjadikan sosok Refafi Gah sebagai Calon Wakil Gubernur NTT. Menjadi hal yang lumrah karena semangat orang Sumba saat ini kembali memuncak jika Refafi diusung atau ikut serta dalam perhelatan politik Pemilukada Gubernur NTT karena sejak Provinsi NTT berdiri orang Sumba belum pernah menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur NTT, hal ini menjadi potensi dan peluang bagi para Calon Gubernur dari daratan Flores. atau Timor mempertimbangkan calon wakil Gubernurnya dari Sumba, hal ini akan turut membakar semangat fanatisme orang Sabu Sumba untuk bersatu memenangkan paketnya.

 

Karena memiliki pengalaman Kerja dan Pengalaman organisasi membuatnya semakin berhikmat dan kaya akan membangun komunikasi dan hubungan dengan semua pihak karena pernah menjadi Dosen di UNKRIS Kupang 1988-2002, Kepala Laboratoriun Bahasa UNKRIS, Kupang 1989-1993, Pembantu Dekan III UNKRIS Kupang, 1999-2004, Anggota DPRD Provinsi NTT 1999-2005, Ketua Fraksi Gabungan DPRD Provinsi NTT 1999-2005 Dosen Extension FISIP UNDANA 2000 -2004, Dosen UNSTAR 2000 -2005, Anggota DPRD Provinsi NTT 2019 –Sekarang, Ketua Fraksi Partai HANURA DPRD Provinsi NTT 2019 – Sekarang. Refafi Gah Putra asli Sumba berdarah Sabu ini juga terus semasa kecilnya berada di Sumba Timur menyelesaikan studi SD dan SMP di Pulau Sumba dimana SD I Kandangu Boku Sumba Timur Tahun 1968 – 197, SMP Kristen Melolo Sumba Timur Tahun 1974 – 1977, SPG Neger Argopuro Surabaya Tahun 1977 – 1981, Universitas Nusa Cendana Kupang :

Tahun 1981 – 1986, IKIP Malang Tahun 1996 – 1998. Saat ini bekerja sebagai anggota DPRD NTT 2019-2024 dan terpilih kembali menjadi anggota DPRD NTT periode 2024-2029 dan memiliki pengalaman kerja sebagai DPRD Prov. NTT 1999-2005, Ketua DPD Partai IPKI Prov. NTT 1999-2003, Ketua DPD Partai PPD Prov. NTT 2000 -2009, Ketua DPD PPN Prov. NTT /2010- 2015, Sekretaris HKTI Prov. NTT 2013-2016, PLT Ketua HKTI Prov. NTT 2016, KORDA DPD Partai HANURA Prov. NTT, 2017-2020, Ketua DPD Partai HANURA Prov. NTT, 2018 – Sekarang, Ketua DPD Federasi Advokat Republik
Indonesia (FERARI) 2019 – Sekarang.
Mengenal Refafi Gah sebagai Ketua DPD Partai HANURA Provinsi NTT yang selalu bertemu, berbincang dan berbagi ilmu terutama dalam kegiatan-kegiatan Partai Politik baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Nasional. Refafi selalu mengangkat atau menyuarakan pentingnya menjadi pemimpin yang berkarakter Nasionalis dan berhati-hati ditengah mengkristalnya politik identitas. di era 4.0.

Politik identitas di era generasi 4.0 mengacu pada penggunaan identitas sosial seperti agama, etnis, ras, dan budaya sebagai alat untuk membentuk dan memobilisasi dukungan politik. Di Indonesia, hal ini menjadi semakin relevan seiring dengan perkembangan teknologi dan media sosial yang memungkinkan penyebaran informasi dan opini dengan cepat dan luas.
Tantangan dan Peluang
1. Polarisasi Sosial: Politik identitas dapat memperdalam kesenjangan dalam masyarakat. Di media sosial, algoritma cenderung memperkuat opini dan bias yang sudah ada, sehingga memicu polarisasi.

2. Pemberdayaan Komunitas: Di sisi lain, politik identitas dapat memperkuat komunitas yang selama ini terpinggirkan dengan memberikan suara dan platform untuk menyampaikan aspirasi mereka.

3. Manipulasi dan Hoaks: Teknologi juga memungkinkan penyebaran berita palsu dan propaganda yang dapat memanipulasi sentimen identitas untuk keuntungan politik.

4. Inklusi Sosial: Ada kesempatan untuk memanfaatkan teknologi dalam mempromosikan inklusi dan keragaman, dengan mengedukasi publik tentang pentingnya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

Menuju Indonesia Emas

a) Pendidikan Politik: Meningkatkan literasi politik dan digital di kalangan generasi muda untuk memberdayakan mereka dengan kemampuan kritis dalam menyaring informasi.
b) Regulasi Media Sosial: mengembangkan regulasi yang lebih ketat terhadap penyebaran informasi palsu dan ujaran kebencian di platform digital.
c) Pembangunan Inklusif: mewujudkan pembangunan ekonomi dan sosial yang mencakup semua kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.
d) Dialog Antar Komunitas: Mendorong dialog dan kolaborasi antara berbagai kelompok identitas untuk membangun pemahaman dan kerjasama yang lebih baik.
Dengan strategi yang tepat, politik identitas dapat dikelola untuk mendukung Visi Indonesia Emas, di mana kesejahteraan, keadilan, dan persatuan menjadi fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Refafi selalu menekankan bahwa menjadi pemimpin nasional yang konsisten menjunjung tinggi etika dan moral serta menjadikan hati nurani sebagai panglima tertinggi dalam mengambil kebijakan strategis adalah sosok yang sangat dibutuhkan di era modern ini. Pemimpin seperti ini memiliki beberapa karakteristik utama:

1. Integritas Tinggi ini menunjukkan kesetiaan yang teguh terhadap prinsip-prinsip etika dan moral. Mereka tidak mudah tergoda oleh keuntungan jangka pendek atau tekanan dari pihak tertentu. Integritas yang tinggi memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil adalah demi kebaikan bersama, bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok kecil.

2. Empati dan Keadilan: Dengan menjadikan hati nurani sebagai panutan, pemimpin ini mampu memahami dan merasakan penderitaan serta kebutuhan rakyatnya. Keputusan yang diambil berdasarkan empati dan keadilan memastikan bahwa semua lapisan masyarakat

mendapatkan perlakuan yang adil dan setara.
3. Transparansi dan Akuntabilitas: Pemimpin yang etis selalu berusaha untuk terbuka dan jujur ​​dalam setiap tindakannya, Jujur pada diri sendiri. Transparansi ini membangun kepercayaan publik dan memastikan bahwa semua kebijakan dapat

dipertanggungjawabkan. Akuntabilitas juga berarti para pemimpin siap menerima kritik dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

4. Ketegasan dan Konsistensi: Konsistensi dalam menjunjung tinggi etika dan moral menciptakan ketegasan dalam kepemimpinan. Pemimpin ini tidak akan berubah sikap hanya karena tekanan atau godaan. Ketegasan ini memberikan stabilitas dan kepercayaan kepada rakyat bahwa mereka dipimpin oleh seseorang yang benar-benar peduli dan berkomitmen untuk kebaikan bersama.

5. Visi Jangka Panjang: Pemimpin dengan hati nurani sebagai panglima memiliki visi yang jauh ke depan. Mereka tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap kebijakan yang diambil. Visi ini memastikan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bagi generasi mendatang.
Pemimpin nasionalis dengan karakteristik ini adalah harapan bagi kemajuan bangsa. Mereka adalah simbol harapan yang dapat membawa perubahan positif dan mendorong perkembangan yang inklusif serta berkelanjutan.
Pemimpin nasional yang konsisten menjunjung tinggi etika dan moral adalah sosok yang sangat dibutuhkan di berbagai tingkat pemerintahan, termasuk di tingkat provinsi. Pemimpin seperti ini tidak hanya memikirkan kepentingan jangka pendek tetapi juga masa depan yang lebih baik bagi masyarakatnya.
A. Etika dan Moral: Pemimpin yang berpegang teguh pada etika dan moral akan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan integritas. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi dan nepotisme.

B. Nasionalisme: Pemimpin nasionalis memiliki kecintaan yang mendalam terhadap negara dan rakyatnya. Mereka bekerja untuk kepentingan seluruh bangsa, bukan hanya kelompok atau golongan tertentu. Dengan semangat nasionalisme, mereka akan mendorong persatuan dan kesatuan, serta menonjolkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi.

C. Kemampuan Nasional: Meskipun berada di wilayah provinsi, para pemimpin dengan kapasitas nasional dapat membawa perubahan besar dengan cara mengimplementasikan kebijakan yang sejalan dengan visi nasional. Mereka mampu berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan memanfaatkan sumber daya nasional untuk kepentingan provinsi.

D. Provinsi Nusa Tenggara Timur: Provinsi ini memiliki potensi yang sangat besar di berbagai sektor seperti pariwisata, pertanian, dan perikanan. Pemimpin yang ideal untuk Nusa Tenggara Timur adalah yang mampu melihat dan memanfaatkan potensi tersebut dengan bijaksana, serta membawa kemajuan yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Pemimpin dengan kualitas ini sangat layak dan pantas untuk memimpin provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka tidak hanya mampu mengelola provinsi dengan baik tetapi juga dapat menginspirasi dan memotivasi masyarakat untuk bersama-sama mencapai kemajuan dan kesejahteraan.

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories