Menia,lensantt.com- Perhelatan Pilkada maupun Pemilihan Suara Ulang Kabupaten Sabu Raijua telah usai.

Satu tahun melewati pesta demokrasi di pulau sejuta lontar itu sempat menui ketegangan luar biasa.
Adu argumen, saling caci, hina yang sempat mewarnai pesta demokrasi di Kabupaten tersebut akhirnya selasai.
46 Persen masyarakat menyepakati dua nama Yakni, Drs. Nikodemus N Rihi Heke, (Maballa) dan Yohanis Uly Kalle, A.Md (Mahoro).
Nama Maballa- Mahoro yang adalah tokoh politik ini menjadi penantian masyarakat Sabu Raijua.
Penantian ini terbayar ketika Maballa- Mahoro dinobatkan sebagai pemenang dan berhak menahkodai Sabu Raijua.
2,5 Tahun masa kepemimpinan mereka bisa dibilang sangat singkat. Namun, Kerja keras juga Komitmen yang kuat pastinya akan membawa perubahan berarti bagi Sabu Raijua.
Apalagi Nikodemus N Rihi Heke sebagai Incubent telah merancang kegiatan pada tahun 2020 lalu.
Hingga dimasa kepemimpinan Maballa-Mahoro tinggal mengeksekusi program tadi.
Harapan besar masyarakat ada dipundak Dua putra terbaik Kabupaten Sabu Raijua ini.
Dengan mengusung Tagline Sabu Raijua yang Maju, Jujur dan Bermatabat pastinya akan terwujud di era Maballa-Mahoro.
Hal itu dapat dipastikan dengan track record Pasangan semasa Pilkada  dikenal dengan nama paket Helama Tona Ie itu.
Drs. Nikodemus N Rihi sebagai Bupati terpilih memiliki pengalaman birokrasi yang mumpuni.
Tak bisa disangkal, dengan pengalaman itu birokrasi akan tertata rapi. Bukan hanya itu, Rihi Heke juga sempat menjadi Kepala inspektorat sehingga semua kebijakan atau keputusan yang diambil pastinnya sesuai aturan yang berlaku.
Maballa dikenal pemimpin sederhana, rendah hati namun tegas juga jujur. Ia selalu berpikir matang dalam mengambil keputusan.
Sosok seperti inilah yang dirindukan masyarakat Sabu Raijua. Karena membangun Sabu tidak hanya membutuhkan orang cerdas tapi juga tegas dan jujur.
Menggandeng Mahoro menjadi pilihan  tepat pasalnya, Mahoro merupakan pria muda enerjik  yang akan membantu Maballa membangun Sabu Raijua 2,5 tahun ke depan.
Dengan latar belakang “Pemain Lapangan” maka Mahoro diyakini akan menjadi pasangan solid untuk Maballa.
Pada suatu kesempatan kepada media ini, Mahoro berkomitmen untuk mengawal semua pekerjaan baik itu, Infrastruktur (Jalan, jembatan) mapun pekerjaan lainnya hingga selesai sesuai dengan masa kontrak dan spesifikasi yang disepakati.
“Ama saya akan kawal pekerjaan sampai selesai,” kata dia.
Komitmen ini sejalaan dengan program paket Helama Tona Ie. Artinya, Duet Maballa-Mahoro akan memberi langkah maju bagi kabupaten Sabu Raijua.
Kendati demikian, Membangun Kabupaten Sabu Raijua tidak bisa dilakukan jika hanya Maballa-Mahoro.
Mereka membutuhkan kerja sama semua Steakholder mulai dari masyarakat, Akdemisi dan semua orang Sabu yang ada diluar pulau sabu.
“MIRA  KE’DDI  HARI DO  MEMUDDE  PARA  LAI” yang selalu dikumandangkan saat kampanye sebenarnnya adalah sebuah permintaan dari Maballa dan Mahoro.
Saat ini Kemajuan Sabu Raijua bukan lagi di tangan Maballa dan Mahoro tapi ada pada kepedulian semua Steakholder yang punya tujuan membangun Kabupaten Sabu Raijua. (Ikz)
Baca Juga :  Laris Di Pasaran, 1000 Ton Garam Nataga Dikirim Ke Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here