More
    BerandaNTTKasihan, Meninggal di Jepang Uang Gaji Almarhum Viki Lusi  Dipakai Untuk  Biaya Pengiriman Jenazahnya

    Kasihan, Meninggal di Jepang Uang Gaji Almarhum Viki Lusi  Dipakai Untuk  Biaya Pengiriman Jenazahnya

    Kupang,lensantt- Viki Lusi warga Rote Ndao& Provinsi NTT Salah satu  pekerja Magang di Jepang harus mengakhiri hidupnya di negeri orang.

     

    Ia dikabarkan meninggal pada tanggal 10 Maret 2026. Keluarga baru tahu kabar meninggalnya Viki pada keesokan harinya

     

    Dan Akhirnnya Pada tanggal 27  Maret 2026 Jenazah Viki di kirim dari Jepang dan tiba dibban Udara El-Tari Kupang pada  Sabrui, 28 Maret 2026.

     

    Penjemputan Jenazah di warnai dengan tangisan keluarga. Setelah penjemputan Jenazah diberangkatkan ke Kabupaten Rute Ndao pada Minggu, 29 Maret 2026.

     

    dari sederet perjalan pengurusan jenasah Viki Lusi ada pengakuan Henok Lusi ayah Almarhum kepada media ini beberapa waktu lalu, kalau pengiriman jenazah juga menggunakan uang hasil kerja Almarhum Viki Lusi  sekitar 30 an Juta

     

    ” ada  uanga Anak saya yang di pakai juga untuk biaya pengiriman  jenasah anak saya,” kata  dia.

     

    Padahal menurutnya, Harusnya kematian anaknya sebagai pekerja seluruh pengurusan pengiriman jenazah adalah tangginggung jawab pihak PT sebagai perekrut

     

    Diminta  membuat dan Tanda tangan Surat persetujuan Henok Lusi dilema

     

    Ia menagaku pihak PT sempat meminta dirinya untuk membuat surat dan mena ndtangani surat persejuan penggunaan uang Almarhum Viki Lusi untuk biaya pengiriman jenazah karena pihak PT masih kekurangan biaya.

     

    “Saya diminta untuk membuat dan menandatangani tangani surat persetujuan pengunaan uang Almarhum,” tegasnya.

     

    Sebagai orang tua ia mengaku, dihadapkan pada posisi yang sulit karena seharusnya uang hasil kerja keras almarhum adalah hal penuhnya

     

    Namun, dilain sisi jika tidak membuat dan menandatangani tangani surat persetujuan tersebut maka jenazah anaknya bisa dipastikan tidak bisa di kirim kembali ke Provinsi NTT

     

    ” Saya dilema dengan kondisi ini,” tegasnya.

     

    Terpisah pihak pimpinan, PT. Permata Mutiara Indonesia (PMI) Kenny Paiman mengakui kalau uang Almarhum juga digunakan untuk biaya pengiriman.

     

    Ian menambahkan itu sudah melalui persetujuan keluarga.”Benar pak dan sudah mendapat persetujuan dari pihak keluarga juga,” akunya.

     

     

    Ia merincikan, untuk biaya keseluruhan pemulangan jenazah adalah 850.000 yen sekitar 90juta. Dari pihak agency di jepang ada membantu 100.000 yen lalu dari pihak perusahaan Alm. Viki ada membantu 200.000 yen dan kami dari LPK pengirim ada membantu 250.000 yen..

     

    Dari jumlah tersebut sisa sekitar 300 yen ditanggung oleh Almarhum.

     

    Jika dilihat daribrincian itu nilainuang Alamrmarhim paling besar yakni,300 yen dan uangbalamarhuk di gunakan untuk mengirimkan jenazahnya sendiri.(Ikz)

     

     

     

     

     

    Komentar Anda?

    Lensa NTT
    Lensa NTT
    Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, sekretaris JMSI NTT.

    Must Read

    spot_img
    error: Tidak boleh di Copas