Kajari TTU Geledah Rumah Tersangka Kasus Korupsi Dana Pilkada

  • Whatsapp

Kefamenanu, Lensantt.com- Kejaksaan Negeri Kefamenanu pada Rabu (18/01/2017) sekitar pukul 10.00 waktu setempat kembali menggeledah Kantor KPUD TTU dan Rumah Milik tersangka Asterius da Cunha yang terbelit kasus dugaan Korupsi Dana Pemilihan Kepala Daerah pada tahun 2010 silam, untuk mencari dokumen yang masih berkaitan dengan kasus tersebut demi kepentingan kelengkapan alat bukti.

Tujuan penggeledahan itu, untuk melengkapi alat bukti. Selain ketua KPUD TTU Kajati juga menggeledah rumah tersangka lainnya Nikolaus Bana (NB) yang saat itu menjabat sebagai Mantan Sekertaris KPUD TTU, pada Rabu, 18 Januari sekitar jam 10.00 waktu setempat.

Dalam penggeledahan tersebut, Penyidik Kejaksaan Negeri Kefamenanu yang didampingi oleh Aparat Kepolisian Polres TTU, berhasil membawa sejumlah alat bukti yang masih berkaitan dengan dugaan kasus Korupsi dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah pada Tahun 2010 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Kefamenanu Taufik, SH saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya Rabu (18/01) mengatakan dasar Pihaknya melakukan gledah yaitu untuk memenuhi alat bukti yang sudah ada.

“ Kejari Kefamenanu menggeledah Kantor KPUD dan Rumah Milik Kedua tersangka Kasus dugaan korupsi Dana Pemilukada pada Tahun 2010 itu untuk penuhi alat bukti yang sudah ada,” Ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Kefamenanu Taufik, SH Kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya

Terkait barang bukti, Taufik mengatakan banyak dokumen yang diamankan penyidik Kejari Kefamenanu saat menggeledah beberapa tempat untuk memenuhi alat bukti. “ alat bukti yang diamankan Penyidik Kejari berupa dokumen-dokumen yang masih berkaitan dengan kasus dugaan korupsi dana Pilkada 2010,” Jelasnya.

Saat ditanya terkait adanya tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana Pilkada TTU pada tahun 2010 lalu, Kepala Kejaksaan Negeri Kefamenanu mengatakan tergantung pengembangan penyidikan. “bisa saja, nanti kita lihat dalam pengembangan penyidikan,”Tutupnya

Perlu diketahui bahwa Sesuai data dari BPK Perwakilan NTT, Kasus dugaan korupsi dana Pilkada TTU tahun 2010 lalu temuan kerugian negara sebesar Rp 900 juta salah satunya ada penyelewengan pada anggaran perjalanan dinas.(Oken)

 

Komentar Anda?

Related posts