Menia,lenantt.com- Dekranasda Kabupaten Sabu Raijua tak henti-hentinya mengembangkan tenun ikat di Kabupaten tersebut.
Dekranasda yang di Nahkodai Martina Rihi Heke -Raga Lay punya misi besar untuk melestarikan kain tenunan Sabu Raijua.
Bukan hanya melestarikan tapi peningkatan ekonomi para penenun juga menjadi tanggung jawab besar Dekranasda
Untuk itu, banyak hal yang Dekranasda lakukan sampai rela menawarkan hasil tenunan ke berbagai tempat Alhasil tenunn menjadi terkenal bahkan pernah dikenakan orang nomor satu d Negeri ini Presiden Joko Widodo pada upacara kenegaraan memperingati HUT RI beberapa waktu lalu
Yang Dekranasda Sabu Raijua Lakukan itu semata-mata karena rasa cinta Dekranasda terhadap para penenun
Ketua Dekranasda Kabupaten Sabu Raijua Martina Rihi Heke -Raga Lay kepada media ini Rabu, 21 Agustus 2024 menjelaskan, dekranasda Sabu Raijua juga berusaha untuk meningkatkan kemampuan pengrajin itu serta memfasilitasi untuk mempromosikan hasil tenunan mereka.
Usaha yang sudah dilakukan diantaranya, memberikan pelatihan pendidikan kecakapan wirausaha atau PKW bekerjasama Kemendikbud
Sasarannya, -anak remaja yang sudah putus sekolah yaitu umur 15 – 25 tahun.
Dari data yang ada ipada Tahun 2022 itu ada 40 peserta kemudian pada tahun 2023 29 orang Peserta.
” setelah mereka dilatih itu kemudian tidak dilepas seperti itu saja tapi mereka itu diberikan modal usaha,” Kata dia.
Perhatian kepada penenun oleh Dekranasda memang tidak setengah hati buktinya penenun juga diberi modal usaha itu dalam bentuk alat dan bahan.
” jadi alat-alat tenun kemudian bahannya adalah benang dan pewarnaan itu yang diberikan,” tegasnya.
Untuk memastikan ketrampilan menenun dapat diterapkan dengan baika nantinya Dekranasda Sabu Raijua membimbing mereka selama satu bulan.
” jadi anak-anak ini diharapkan setelah mereka selesai pelatihan mereka diharapkan dapat mandiri dan punya usaha sendiri,” harapnya.
Selain perorangan Dekranasda juga membina kelompok-kelompok yang sudah ada atau yang sudah di jalan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas tenunnya, Dekranasda memperbaiki teknik tenunanya
‘i karena selama ini kain Sabu itu kan dia tebal tapi dikasih pembinaan berupa teknik kerjanya sehingga hasilnya mungkin biar lebih halus,” ujarnya
Hal itu dilakukan, untuk menjawab permintaan pasar terutama di dalam dunia Fashion.
‘pengembangan pewarnaan karena motif sabu lebih dominannya kepada warna gelap sedangkan dunia fashion butuh kolaborasi warna yang memikat maka para penenun di beri pelatihan pengembangan pewarnaan jadi hasilnya sekarang ini bukan hanya sekarat bukan hanya warna hitam semua tapi tidak ada warna merah, biru, kuning dan warna lainnya, ” ucapnya
Dari hasil dari campuran dan pengembangan dari warna tersebut tidak berarti bahwa mengurangi atau menghilangkan ciri-ciri tenun aslinya.
Hingga saat ini terdata selain perorangan suda 97 kelompok pengrajin mendapat pelatihan dan diberi bantuan benang dan pewerna.
Dari 97 kelompok tersebut setiap kelompok beranggotakan 5-7 orang artinya sudah ratusan orang yang ‘Dijamah” oleh Dekranasda Kabupaten Sabu Raijua
Upaya keras Dekranasda Sabu Raijua dengan menggandeng Dekranasda provinsi NTT membuahkan hasil. kanin Tenun Sabu Raijua mengikuti beberapa ajang Nasional diantaranya Jakarta Fashion week.
Ia menambahkan, kain tenun Sabu Raijua dipoles begitu indah oleh para desainer.
” kain tenun Sabu indah ketika dirancang oleh para desainer,” ucapnya
Ia juga bersyukur karena sudah ada Desaiiner Sabu yang punya kualitas nasional.
Ia mengakui, kalau Dekranasda Sabu Raijua terus berusaha keras meningkatkan taraf hidup penenun kendati Dekranasda masih banyak kekurangan.
” Kami berusaha sekuat tenaga dengan apa yang ada pada kami,” tegasnya. (Ik)

