Di Kupang, Seorang Ayah Tega Setubuhi Anaknya Selama 10 Tahun, Curhat Korban Lewat WA bikin Sedih

  • Whatsapp
Kupang,lensantt.com –  Bejad kalimat yang.pantas diberikan oleh seoarang ayah di Kota Kupang sebut saja Stephen (bukan nama sebenarnya). Bagaimana tidak sekitar 10 tahun ia memperkosa anak kandungnya melati (bukan nama sebenarnya).
Pertama kali Aksi bejad yang ia lakukan saat anak duduk di bangku SD hingga saat ini ia sudah berumur 25 tahun.
Bukan hanya itu, aksi bejad sang ayah diketahui oleh sang ibu.namun, ibu yang berprofesi sebagai seorang guru ini membiarkan kejadian itu terus berulang.
Dilansir pegiat literasi,  Kedua orangtua korban adalah majelis di sebuah gereja di Kupang. Dan korban juga guru sekolah minggu.
Peristiwa yang menyakitkan ini diketahui oleh khalayak ramai, setelah “melati” memberanikan diri mencurahkan isi hatinya kepada temannya. Melalui chat WA.
Berikut ini pesan yang dikutip dari Grup grup Fb di kota Kupang.
 “Ini harus teman-teman share, ini bukan terjadi di sinetron. Ini terjadi di sekitar kita.
Seorang Cewek dari NTT yang diperkosa Ayah Kandungnya sejak ia di bangku kelas 5 SD. Nama sudah disamarkan, dan sudah minta ijin untuk dishare.
Dia bilang ini bukan aib, ini pengalaman yang mau dia bagikan buat kakak, adik, basodara semua. Luka dihatinya tidak mungkin bisa sembuh, tapi dia mau berbagi ini supaya siapapaun yang jadi korban, jangan ambil langkah bunuh diri, tetap kuat, lawan dan selalu andalkan Tuhan.
Karna dia yakin apapun yang kita serahkan dalam doa, Tuhan tidak tutup mata.
I so proud of you, sister. Tuhan sedang merenda masa depanmu”
Berikut Hasil tangkapan layar chat WA korban dengan temannya.
Chat tersebut ia mengaku di perkosa sejak tahun 2004 -2014

Dalam curhatan lewat WA tersebut, korban terang-terangan menyampaikan kalau ia sudah di perkosa selama 10 tahun. Namun, sang ibu membiarkan bahkan, katanya kasus yang sudah sampai di kejaksaan sang ibu masih membela sang suami.

Read More

“Mamtua (mama) tau (tahu) ma(tapi) kasi tenga ( dibiarkan),” kata korban dalam chat.

Korban mengaku, kalau saat itu dirinya bisa bertahan karena ada Tuhan yang selalu bersamanya. (Ikz/****)

Komentar Anda?

Related posts