Wednesday, July 24, 2024

Catat Sejarah Baru, Bank NTT Resmi Jadi Bank Devisa

-

Kupang,lensantt.com- Bank NTT membuat catatan sejarah di tahun 2023. Pasalnya, setelah berdiri sekian lama akhirnya, Bank NTT yang dinahkodai Harry Alexsander Riwu Kaho resmi Menjadi Bank Devisa.

Hal itu ditandai dengan kegiatan  Launcing bank  NTT menjadi bank Devisa pada Senin, 4 September 2023 bertempat di aula kantor bank NTT Pusat.

Sebagai bank Devisa Bank NTT telah memperoleh izin sebagai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penegasan atas status Bank NTT ini sesuai dengan Surat OJK Nomor SR-23/KR.081/2023 tanggal 01 September 2023.

Setelah resmi menjadi bank Devisa OJK mengizinkan Bank NTT untuk sudah bisa mulai melakukan kegiatan usaha dalam Valuta Asing (Valas) sebagai PT BPD Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho,  berterimakasih kepada seluruh pihak yang mensupport hingga Bank NTT mencatatkan sejarah besar bagi bank kebanggaan milik masyarakat NTT yang kini berstatus Bank Devisa.

<span;>”Ijmi Tentu ini adalah sebuah kebanggaan besar tidak saja bagi seluruh direksi dan komisaris, karyawan dan karyawati serta para pemegang saham, namun juga seluruh masyarakat NTT. Karena semua boleh menjadi saksi sejarah, Bank NTT kini bertransformasi menjadi Bank Devisa.,” tegasnya.

Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan capaian Bank NTT sebagai Bank NTT merupakan kerja kolaborasi dari berbagai pihak. Bank NTT terus bertumbuh dan berkembang menjadi Bank Modern yang memberikan sumbangsi terhadap proses pembangunan di NTT.

<span;>Ia mengatakan Proses Bank NTT menjadi Bank Devisa merupakan kerja sama oleh jajaran direksi  yang menjadi satu formula untuk mendapatkan persetujuan operasional dari OJK.

” Perkenankan kami menyampaikan rasa hormat kepada para pemegang saham yang karena support memberikan berbagai kepercayaan sehingga pertumbuhan pertumbuhan terus tercapai. Kami tidak pernah menyangka ketika memulai gerakan Desa Binaan, Penguatan berbagai UMKM berbagai program, berkolaborasi dalam TJPS, Hortikultura, bahwa akselerasi menjadi bank devisa telah bertumbuh sejak tahun 2019 dalam kepemimpinan Bapak Gubernur Viktor Laiskodat dan Bapak Wagub Joseph Naesoi. Sehingga pada tahun 2019 sudah dibuka Money Changher di Rote, Atambua dan Labuan Bajo,” kata Aleks.

Alex Riwu Kaho menjelaskan, sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank NTT harus memiliki nilai lebih bagi pembangunan daerah.

Wakil Gubernur NTT, Joseph Nae Soi Mengatakan transformasi Bank NTT menjadi Bank Devisa menjawab kebutuhan masyarakat diaspora NTT yang ada di Luar Negeri yang ingin membantu NTT.

” Saya beberapa waktu kemarin melakukan roadshow ke beberapa negara. Kami memperkenalkan NTT ke Belanda, Ceko dan Meksiko. Banyak sekali masyarakat kita di Cheko  dan di Belanda yang  ingin membantu NTT tapi mereka menanyakan kalau kami kirim uang melalui Bank Mana. Tapi saya sekarang saya telepon mereka Kita sudah punya Bank Devisa,” ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala OJK Provinsi NTT,  Japarmen Manalu  mengatakan Penegasan  Bank NTT sebagai Bank Devisa sesuai dengan Surat OJK Nomor SR-23/KR.081/2023 tanggal 01 September 2023.

” Selamat kepada Bank NTT. OJK secara berjenjang sudah memberikan kepercayaan untuk menjadi peningkatan kualitas pelayanan menjadi Bank Devisa. Telah diperoleh ijin Bank Devisa bukan merupakan garis akhir perjuangan Bank NTT namun merupakan awal dari tantangan  dan peluang ya seharusnya dapat dimanfaatkan untuk dapat mewujudkan Visi Bank NTT bank yang sehat, kuat dan terpercaya,” kata Japermen dalam sambutannya pada Launching Bank NTT sebagai Bank Devisa, Senin, 04/09/2024.
Ia mengatakan berbagai produk dan layanan dan kegiatan dalam valuta asing yang sebelumnya  yang telah dirancang sedemikian rupa diharapkan tidak hanya semata mata hanya sebagai Wacana namun dapat dilakukan secara nyata.

” Dengan adanya produk layanan tambahan ini dan kita bertransaksi dengan bank koresponden luar  demikian juga dengan stakeholder yang lain juga ada resikonya selain benefitnya. Untuk itu saya minta teman teman di Bank NTT untuk meningkatkan manajemèn resiko yang timbul antara lain resiko pasar, resiko nilai tukar, resiko operasional serta menetapkan mitigasi resiko yang tepat,” kata Japarmen.(***)

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories