Soe, lensantt.com- Sebagai kepala desa, setiap keputusan yang diambil harus adil dan berpihak pada masyarakat baik dari segi pembangunan di desa maupun netral dalam memutuskan persolan yang terjadi di desa.
Namun yang terjadi di desa Oehela, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) justru masyarakat menilai apa yang dilakukan oleh sang kades jauh dari kata Adil.
Hal ini dikeluhkan oleh salah satu warga Semuel Missa yang didampingi oleh mantan kepala desa Seprianus Selan kepada media ini Rabu (26/5/2021) di kediaman kerabatnya.
Mewakili Semuel Missa, Sepri menceritakan kronologi seekor sapi milik Semuel Missa dilepas dan selama ini sudah dilakukan pencarian namun tidak kelihatan.
Ia kemudian mendapat informasi bahwa sapi tersebut sudah ditangkap oleh warga lainnya bernama YL dan diikat di belakang rumahnya sejak tanggal 5/1/2021.
Setelah dapat informasi, Semuel Missa kemudian mengajak beberapa warga untuk melihat sapi dan ternyata benar sapi
tersebut adalah miliknya yang selama ini dicari. Hal ini dibuktikan dengan ciri ciri sapi yang ada pada bagian wajah dan badan sapi.
Dirinya kemudian secara adat berbicara dengan YL agar ia mengambil sapi dengan memberi sedikit uang lelah, namun YL menolak dan justru mengaku bahwa sapi tersebut miliknya.
Ia sempat tiga kali melakukan pendekatan namun YL tetap enggan memberikan sapi.
Persoalan tersebut kemudian dilaporkan ke RW setempat, tiba tiba munculah AL dan mengaku sebagai pemilik sapi.
Kita lapor di RW tapi disuruh ke Kepala Dusun. Sampai dusun kita diminta barang bukti,sapi hendak dibawa ke kepala dusun,namun dalam perjalanan,kepala desa justru minta sapi tersebut dijual”,ujar Seprianus Selan.
Kepala Dusun sempat menahan sapi karena sedang dalam masalah klaim kepemilikan oleh tiga warga tersebut. Sapi dibawa ke kantor desa dan tiga orang oleh kepala diminta untuk berdoa bernatsar kemudian diambil keterangannya dan disuruh pulang.
Akhirnya pada Selasa malam (25/5/2021), sapi dijual oleh kepala desa dengan harga Rp 7.750.000,dan uang tersebut masuk kantong sang kades.
Semuel Missa mencoba mempertanyakan hal itu kepada kepala desa namun justru ia minta melapor ke mana saja.
Kami datang untuk tanya soal sapi tapi kepala bilang uang akan dipakai untuk perkara dan minta kami lapor ke mana saja”, ujar Seprianus.
Sebagai mantan kepala desa dan tokoh masyarakat, dirinya mengaku sangat kecewa dengan tindakan kades yang dinilai arogan,dan sudah berulang kali bertindak seperti itu.
Saya merasa kades tidak adil dalam memutuskan masalah karena kades sudah merampas hak masyarakat”, ujarnya.
Dikatakan,selama ini ia menilai kades tidak merangkul dan melibatkan masyarakat dalam setiap kebijakan.
Sementara itu Semuel Missa yang tidak bisa berbahasa Indonesia hanya mengaku sangat kecewa dengan tindakan kades yang sudah merampas haknya.
Hingga berita ini diturunkan,Kepala Desa Oehela, Gideon Liunokas belum berhasil dikonfirmasi. Nomor ponselnya juga sedang tidak aktif.
Penulis…  Erick hello,
Editor..  Izak kaesmetan.
Baca Juga :  Mafia Pupuk Di Ronda Berkliaran, Polres Ronda Dan Pemda Diminta Bersikap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here