Beranda Ekbis Kota Kupang Butuh Cadangan Air, Walikota Dan Umat Budha Tanam Pohon

Kota Kupang Butuh Cadangan Air, Walikota Dan Umat Budha Tanam Pohon

Kupang,-lensntt.com – Wali Kota Kupang Dr. Jefryston Riwu Kore bersama Umat Budha dan Komunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK), melaksanakan penanaman pohon di Lokasi Pembangunan Vihara Pubbaratana Sikumana, Kecamatan Maulafa. Kamis, (05/12/2019) sore.

Sesuai pantauan media ini, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua forum Kerukunan Umat Beragama kota kupang Pdt Rio Fanggidae S.Th, Senator DPD RI dan Ketua TP PKK Hilda Riwu Kore Manafe, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Kupang Drs Yakobus Beda Kleden MM, Ketua Umat Budha Terafada Indonesia Kota Kupang  Indra Efendy.

Dalam sambutan Wali Kota, Jefry menyampaikan kondisi kota kasih tersebut saat ini, sangat membutuhkan pertahanan cadangan air bawah tanah, sehingga bisa digunakan pada musim kemarau.  Pasalnya sampai saat ini pengeloaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan, masih mempergunakan cadangan air bawah tanah.

Oleh karena itu  diadakannya Gerakan Kupang hijau ini, dengan penanaman pohon dan pembuatan lubang resapan, ditujukan agar dapat mempertahankan cadangan air serta melancarkan resapan air hujan kedalam tanah.

Baca Juga :  97 Persen Warga Sabu Raijua Jadi Peserta JKN-KIS, Kepala BPJS Cabang Kupang Apresiasi Bupati Sabu

Ia juga mengapresiasi Umat Budha Kota Kasih tersebut, dikarenakan telah menerima dan mengikuti himbauan Pemkot agar secara bersama dapat melindungi dan menjalankan gerakan kepedulian alam itu, demi melestarikan ekosistem yang ada.
“Penanaman pohon ini ditujukan agar dapat memberikan lindungan terhadap mata air, serta memberikan daya tarik air bawah tanah ke permukaan”, katanya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Drs Yakobus Beda Kleden mengatakan, gerakan penanaman pohon yang dilakukan oleh agama, adalah suatu gebrakan dalam menyelamatkan lingkungan. Dikarenakan dalam misi besar agama tidak hanya untuk manusia tetapi bagaimana dapat mempertahankan alam, sehingga sebagai insan yang mendiami bumi ini dapat hidup dengan baik dalam lingkaran ekosistem yang sehat.
“Tugas besar Agama tidak hanya menyelamatkan manusia, tatapi bagaimana juga bisa menyelamatkan alam yang telah diciptakan Tuhan bagi manusia”, ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi Wali Kota Jefry, karena telah memberikan suatu gerakan demi merubah cara pandang masyarakat, bahwa kondisi alam sangat berpengaruh bagi keberlangsungan kehidupan. Serta dengan adanya GKH tersebut seluruh agama yang ada di Kota Kasih perlu secara bersama melaksanakan  penanaman pohon dan pembuatan lubang resapan disetiap rumah tangga sebagai  suatu cara dalam menjaga kelestarian alam.

Baca Juga :  Di Bali, Wartawan Asal NTT Minta Mentri Pendidikan Dicopot
Baca Juga :  Nikodemus Rihi Heke Resmi Gandeng Uly Kale

Kemudian saat diwawancarai Koordinator KOMPAK Zarniel Woleka mengatakan,  hal yang dilakukan Pemkot adalah upaya yang sangat baik dalam membangun kebersamaan dari perbedaan agama yang saat ini dianut oleh penghuni Kota metropolitan NTT ini, di mana dalam gerakan Kupang hijau telah memberikan dampak koordinasi yang baik antara setiap Agama utnuk mempertahankan dan menjaga alam demi kehidupan yang asri.

“Tanggung jawab merawat bumi adalah tanggung jawab semua pihak. Kita bersyukur walikota juga komitmen untuk merawat bumi dengan gerakan kupang hijau. Ini sangat baik menjadi semangat semua waga kota kupang dari agama apapun untuk hijaukan kota. Sekaligus dengan gerakan ini, semangat persaudaraan dan kebersamaan yang ditunjukkan pak wali untuk menjadikan menjaga lingkungan dalam semangat keberagaman, semangat semua orang lintas agama. (*)

Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Ikut Donor Darah, Dirum Bank NTT : Setetes Darah Berarti Untuk Banyak Orang

Kupang,lensantt.com - Tak disangka   Direktur Umum (Dirum) Johanis Landu Umbu Praing tidak hanya pandai mengatur jalur keuangan di bank NTT tapi juga punya hati...

Tak Perlu Ke Kantor, Ingin Jadi Peserta BPJS Gunakan Aplikasi Mobile JKN

Kupang,lensantt.com- BPJS terus melalukan terobasan agar bisa mempermuadah masyarakat yajg igin terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. Kali ini BPJS Kesehatan menyiapkan aplikasi Mobile JKN untuk...

Soal Gaji, Penambak Garam Akui Itu Kesepakatan Bersama, Koordinator Tambak : Gaji Kami Berjalan Normal

Seba, lensantt.com - gaji para pekerja penambak garam menjadi isu hangat menjelang Pemelihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak Kabupaten Sabu Raijua. Drs.Nikodemus Rihi Heke,M.Si Sebagai calon Petahana...

Kembali Eksis, dLamaholot Band Launcing Album Ke Tiga Bertajuk ” Kembali “

Kupang,lensantt.com - Setelah menghilang beberapa tahun Dlamoholot band kembali meluncurkan album ke'-tiga bertajuk "Kembali". Album "Kembali" ini direncanakan akan di launcing pada 18 Semptember 2020. Band...

Pasien Positif Covid-19 Capai 289 Orang, Pemprov NTT Belum Wacanakan PSBB

Kupang,lensantt.com - Pasien Covid-19 diprovinsi NTT  terus melonjak hingga kini sudah 289 orang di nyatakan positif. "Sudah 289 orang yang dinyatakan positif covid-19," Kata Kadis...