Ende,lensa- Persekota Koepang mengukir cerita dramatis di ETMC Ende 2025 setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar melalui kemenangan tipis 1–0 yang lahir pada detik-detik akhir pertandingan saat melawan Perseftim pada, Rabu 19 November 2025.
Gol tunggal yang tercipta di masa injury time itu menjadi penentu nasib sekaligus penyelamat langkah Persekota yang sebelumnya berada dalam tekanan besar.di cetak oleh pemain Nomor punggung 8 Alsan Sanda saat menerima karosing matang dari rekanya.
Pertandingan Ketat Sejak Menit Awal
Bertanding di Stadion Marilonga yang dipadati suporter dari berbagai daerah, Persekota tampil penuh kehati-hatian. Lawan mereka bukan tim sembarangan—dikenal kuat dalam duel-duel tengah dan piawai dalam menjaga ritme permainan. Kedua tim sama-sama tidak ingin kecolongan, sehingga babak pertama berjalan keras namun minim peluang.
Persekota sebenarnya memiliki beberapa kesempatan emas melalui kombinasi serangan sayap yang cepat, namun tembakan-tembakan yang dilepaskan belum mampu menembus pertahanan lawan. Kiper lawan tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting.
Perubahan Strategi di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pelatih Persekota melakukan rotasi pemain untuk meningkatkan tekanan. Masuknya gelandang serang tambahan memberikan warna baru. Persekota mulai mendominasi penguasaan bola, memaksa lawan untuk bermain lebih dalam.
Meski demikian, peluang demi peluang masih belum berbuah gol. Ketegangan memuncak ketika waktu normal hampir habis dan skor masih 0–0, situasi yang jika bertahan akan menyulitkan langkah Persekota di klasemen grup
.
Drama di Penghujung Laga
Memasuki tambahan waktu, dukungan suporter Persekota semakin menggelegar. Serangan terus digencarkan, dan akhirnya di menit injury time, momen yang ditunggu datang.
Berawal dari serangan cepat di sisi kanan, sebuah krosing silang keras melintas menuju kotak penalti. Sundulan Alsan Sanda takmampu dibendung penjaga gawang Perseftim.
Dengan ketenangan luar biasa di tengah tekanan, Stadion langsung bergemuruh. Para pemain Persekota berlari saling berpelukan merayakan gol yang tidak hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Pelatih: “Ini Buah Kerja Keras dan Mental Baja”
Usai pertandingan, pelatih Persekota Koepang Anton Kia memuji kerja keras para pemainnya.
“Pertandingan ini sangat berat. Tekanan besar, waktu hampir habis, tapi anak-anak tidak menyerah. Gol injury time ini adalah bukti bahwa mereka punya mental baja,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perjalanan belum selesai dan persiapan menghadapi babak 16 besar harus lebih matang.
Fokus Menuju Fase Gugur
Dengan kemenangan dramatis ini, Persekota Koepang berdiri tegak sebagai salah satu tim yang berhak melaju ke babak 16 besar ETMC Ende 2025. Tantangan ke depan tentu tidak akan mudah, mengingat tim-tim yang melaju sudah menunjukkan kualitas masing-masing sejak fase grup.
Namun kemenangan yang diraih dengan cara spektakuler ini diyakini dapat menjadi modal moral yang sangat besar. Spirit tim meningkat, suporter semakin solid, dan atmosfer perjuangan semakin terasa.
Persekota kini bersiap menyambut laga selanjutnya dengan keyakinan tinggi, berharap dapat melanjutkan perjalanan hingga babak-babak akhir turnamen bergengsi tersebut.(Ikz)

