Dugaan Kuat : Ada dua Rekening di tangan Ketua OMS

  • Whatsapp

Kota Kupang, lensantt,- Terkait upah HOK (Harian Orang Kerja) yang belum dibayar ketua OMS (Organisasi Masyarakat Setempat), Hendrik Tupitu, pengelolaan dana PPIP untuk pengerjaan jalan desa di dusun II, Desa Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Dugaan kuat ada dua rekening OMS yang dibuat Hendrik Tupitu tanpa diketahui masyarakat setempat.

Hal ini diketahui media saat mengkonfirmasi seorang anggota OMS, Yane Taebenu (Kamis, 07/04/2014), sekitar pukul 11.00 Wita di rumah kediamannya. Yane ketika dikonfirmasi media membenarkan hal demikian bahwa memang ketua OMS memegang dua rekening yakni rekening OMS dan rekening atas nama ketua OMS. Ia mengetahui hal tersebut ketika dirinya bersama ketua OMS, Bendahara OMS, Yane Teuf, serta dua anggota OMS lain yakni Sipri Loinati dan Anus Abjena, pergi menarik uang tahap I di Bank NTT.
Menurutnya, dirinya bersama ketua, bendahara, dan dua anggota OMS lain pergi ke Bank NTT untuk penarikan uang PPIP tahap pertama sebesar 100 juta rupiah.

Sampai di Bank NTT, terangnya, proses penarikam uang yang dilakukan oleh ketua OMS menggunakan rekening OMS. Setelah bank mengeluarkan uang, Yane mengatakan, ketua OMS menyimpan kembali uang tersebut ke Bank NTT menggunakan rekening atas nama ketua OMS sebesar 90 juta dan 10 rupiah dibawa pulang, kata Yane mengikuti perkataan Hendrik Tupitu saat mereka ada di Bank NTT bahwa 10 juta yang kita bawa ini untuk sew alat berat, sedangkan 90 juta untuk tabungan, kata Yane Taebenu.
Saat ditanya, mengapa ketua OMS menyimpan kembali uang 90 juta? Ia sendiri tidak mengetahui hal tersebut. ”Saya juga tidak tahu maksud om Hendrik, saya hanya pergi tapi saat penarikan uang saya tidak ikut masuk, yang saya tahu setelah penarikan uang sebesar 100 juta. 10 juta dibawa dan 90 juta kembali di simpan, ungkapnya kepada media.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkai keuangan PPIP yang lebih banyak mengurusnya adalah ketua OMS bersama bendahara dan ibu Rosi. Saat ditanya, siapakah ibu Rosi? Dirinya menjawab, ibu Rosi itu sebagai FT (Fasilitator Tekhnik) dari PU Propinsi. Karena, setiap pencairan uang, ibu Rosi harus ada, terangnya.

Yane mengakui, dirinya hanya ikut bersama pada saat penarikan tahap pertama, sedangkaan saat penarikan dana tahap II, ia mengatakan tidak ikut bersama mereka, hanya ketua dn bendahara OMS, jujurnya. Lebih lanjut ia mengatakan, saya tahu penarikan dana tahap II setelah diberitahu bendahara OMS, Yane Teus, sebesar 75 juta. Jelasnya, 75 juta yang ditarik dari bank NTT menggunakan rekening OMS, uang tersebut tidak dibawa pulang tapi langsung dimasukan ke rekening OMS, uang tersebut tidak dibawa pulang tapi langsung dimasukan ke rekening atas nama ketua OMS, demikian kata Yane. (Risdianto, Siprianus)

Komentar Anda?

Related posts