Wednesday, July 24, 2024

Djainudin Lonek Calon Anggota DPRI.RI Beragama Islam yang Janji Perjuangkan Kesejahteraan Guru Sekolah Minggu dan Koster.

-

Kupang,lensantt.com -Gong Pemilihan kepala daerah maupun Calon Legislatif telah ditabuh para konswstan mulai bwergeliat di Masyrakat. tersebutlah satu nama DJainudin Lonek yang mendapat mandat dari rakyat sebagai anggota DPRD Kotat Kupang.
Setelah tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Kupang Pria berdarah Rote -Flores ini mematapkan langkah untuk menuju senayan sebagai Calon anggota DPR.RI  dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil II (Dua) meliputi, Pulau Timor, Pulau Sumba,Rote Ndao, Kabupaten Malaka, TTS, Kabupaten Belu Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
Bicara nama Djainudin memang tidak asing ditelinga warga NTT pria kulit putih ini sudah dikenal dengan keberpihakan pada rakyat. Bukan hanya itu, Djainudin Lonek dikenal dengan jiwa Toleransi yang sangat tinggi.
Keputusan Djainudin Lonek maju ke Senayan karena ia punya mimpi besar untuk masyrakat NTT dan Indonesia. salah satu ide yang menyentuh adalah jika dipercaya oleh rakyat NTT maka ia akan memperjuangkan kesejahteraan para Guru Sekolah Minggu, Koster dan juga penjaga Masjid.
“Saya akan memperjuangkan kesejahteraan para pelayan dirumah ibadah,” kata Djainudin Lonek Kepada media ini di Transmart Kupang, Senin, (27/02/2023).
Ide cemerlang itu mungkin baru Djainudin Lonek yang memikirkan itu karena dari periode ke periode  belum ada satupun calon legislatif yang memikirkan kesejateran para pelayan gereja maupun masjid tersebut. Bukan hanya itu, para pel;ayan tempat ibadah untuk semua agama akan diperjuangkan untuk mendapat perhatian dari pemerintah.
Ia menegaskan, pemerintah seharusnya melihat dan memperhatikan para pelayan rumah ibadah .Menurut dia, dengan anggaran yang begitu besar tentunya mereka (Pelayan Rumah ibdah) bisa juga diberi penghargaan lewat ABPN.
“Anggaran kita banyak kenama mereka yang sudah melayani dan mengajarkan juga membentuk/karakter nanak-anak tidak diberi apresiasi,” jelasnya.
ia mengakui, Kalau para pelayan Runah Ibadah melayani tanpa pamrih namun, tidak ada salahnya jika pemerintah juga ikut memperhatikan mereka. “Benar mereka kerja tanpa pamrih tapi pemerintah juga punya kewajiban mensejahterakan mereka,”Ujarnya.
Ikut sekolah Minggu Saat kecil
Ide ini tercetus kata dia, Karena ia melihat banyak pelayanan yang berhasil membentuk sibat yang baik dari anak-anak dari rumah ibadah. Pasalnya, saat kecil ia bersama saudara kandungnya ikut sekolah minggu.
“Karakter saya dibentuk juga dari sekolah minggu karena sejak kecil saya juga sekolah minggu dengan saudara-saudara saya,” jelasnya.
Ia menegaskan, mereka adalah keluarga yang bisa dibilang punya toleransi yang tinggi bagaimana tidak dalam keluarga menganut beberapa agama.” keluarga saya itu ada islam ada Kristen Khtolik Juga Kristen protestan,” katanya.
Bekerja dengan ketulusan
Ia mengetahui mungkin ada yang membuli saat ia melontarkan ide ini namun dirinyaakan terus bekerja memperjuangkan itu. karena ia hanya akan bekerja dengan ketulusan hati.
“saya tidakperduli kata orang yang penting sayakerja dengan tulus,” jelasnya.
Kecintaan terhadap warga NTT itu yang membuat ia berjuang keras mendaopat kepercayaan masyarakat NTT.” saya punya mimpi bsar untuk NTT itu akan terwujud jika masyarakat jalan bersama dengan saya,” tuturnya. (Ikz)
ia mengetahui,

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories