Wednesday, July 24, 2024

BUPATI SABU RAIJUA SERAHKAN BANTUAN PENDIDIKAN DAN BAHAN BANGUNAN ”MASYARAKAT HARUS DIBANTU BIAR KECIL/SEDIKIT ITULAH DASAR PIKIRAN PEMERINTAH DAERAH”.

-

Menia, lensantt.com – Bupati Sabu Raijua, Drs. Nikodemus N. Rihi Heke,M.Si yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua dan Plt. Kepala Bagian Kesejehateraan Rakyat Sabu Raijua menyerahkan Bantuan Pendidikan dan Bahan Bangunan kepada 134 Orang Penerima Bantuan (Bantuan Pendidikan 80 Orang Penerima dan Penerima Bantuan Bahan Bangunan 54 Orang Penerima) di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin 12 Februari 2024. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten I Setda Sabu Raijua, Para Pimpinan OPD dan Para Penerima Bantuan.
Bupati Sabu Raijua dalam sambutannya mengatakan bantuan diberikan untuk mereka atau masyarakat yang membutuhkan.

“Kenapa harus Pemda bantu karena dalam situasi seperti ini kita dalam masa krisis, inflasi dan kekeringan yang mengakibatkan gagal tanam dan panen semua berdampak pada ekonomi keluarga karena itu Pemda berpikir ditengah situasi seperti ini tentunya ada anak-anak yang kuliah dan ada masyarakat yang rumahnya sudah tidak layak huni sehingga Pemda hadir serta memberikan motivasi kepada masyarakat agar dengan bantuan yang Pemda berikan agar segera memperbaiki rumah (rehab) dan membantu anak-anak yang kuliah”.

Bupati juga menegaskan bahwa bantuan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak yang sementara kuliah itu langsung ditransfer/dikirm ke nomor rekening masing-masing penerima sehingga bisa dimanfaatkan untuk menunjang perkuliahan, alasan diberikan langsung lewat rekening adalah agar Pemda tidak dicurigai sehingga tidak ada opini-opini diluar bahwa Pemda melakukan pemotongan terhadap dana bantuan yang diberikan, Pemda juga bisa menangkis tuduhan-tuduhan yang diberikan dan itu juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Pemda, mari belajar melakukan sesuatu yang baik bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga untuk semua orang.

Lanjutnya “Bantuan ini ada hubungannya dengan kekeringan dan inflasi oleh karena itu dengan adanya kondisi kekeringan seperti ini pasti terjadi gagal tanam kalau begitu mari kita belajar dari Orang Tua dulu yaitu tanam tanaman yang umur pendek dan membutuhkan air sedikit, kita harus pahami dengan curah hujan yang sedikit kita harus bisa memanfaatkan air hujan yang ada selain menanam padi kita juga bisa menanam sayur yang cepat dipanen, sekarang ini lombok saja orang/masyarakat pake beli padahal itu bisa di tanam, saya mengajak kita semua setelah pulang dari sini mari masing-masing kita menanam untuk diri sendiri atau keluarga dengan memanfaatkan air-air yang yang kita gunakan untuk mencuci tangan atau mencuci muka, yang punya sumur sendiri tanam lombok dan sayur-sayuran untuk konsumsi sehari-hari. Ketika kita sudah mau menanam artinya sudah ada penghematan dan uang yang ada bisa disimpan atau membeli kebutuhan lain dengan begitu inflasi bisa ditekan bahkan tidak terjadi kalau kita bersama-sama”.

Mari kita bangun Sabu dengan cara seperti itu, secara bersama dengan profesi yang kita miliki baik Petani, Nelayan maupun yang lainnya karena dengan begitu itu sudah membantu membangun Sabu Raijua itulah kontribusi masyarakat sekecil apapun itu, karena sudah mau membangun diri sendiri, Desa, Kecamatan dan bahkan Kabupaten.

Mengakhiri sambutannya Bupati mengajak agar masyarakat berdoa secara pribadi meminta kepada Tuhan agar kita diberikan berkat curah hujan yang banyak agar kita bisa menanam dan tidak mengalami kekeringan. (Ikz/hms)

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories