Kupang, lensaNTT — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Nusa Tenggara Timur (NTT) bereaksi keras terhadap pemberitaan Majalah Tempo edisi 13–19 April 2026. Pemberitaan tersebut, baik dari sisi judul, cover, maupun isi laporan utama, dinilai telah merugikan dan mencederai marwah partai.
Sebagai bentuk respons, ratusan kader NasDem NTT menggelar aksi damai di Kantor DPW NasDem NTT, Rabu (15/4/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan pernyataan sikap sekaligus tuntutan resmi kepada pihak Majalah Tempo.
Pernyataan sikap dibacakan oleh Cristin Sami Pati yang menegaskan bahwa Majalah Tempo harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka selama satu bulan berturut-turut. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, DPW NasDem NTT menyatakan siap mendatangi langsung redaksi Tempo.
“Majalah Tempo harus meminta maaf secara tertulis kepada pimpinan dan Partai NasDem dalam edisi berikutnya dan dilakukan berturut-turut selama satu bulan. Jika tidak, kami akan mendatangi kantor redaksi Tempo,” tegas Cristin dalam pernyataan sikapnya.
Wakil Ketua DPW NasDem NTT, Alex Ofong, kepada wartawan menegaskan bahwa langkah yang diambil pihaknya merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga kehormatan partai, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip kebebasan pers yang bertanggung jawab.
“Kami tetap menghormati kebebasan pers. Namun kebebasan itu harus dijalankan secara bertanggung jawab, sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik. Kami yakin rekan-rekan media juga memahami batasan tersebut,” ujar Alex.
Ia menambahkan bahwa sikap tegas yang diambil kader NasDem NTT bukan untuk membungkam pers, melainkan untuk menjaga eksistensi partai serta kehormatan pimpinan.
“Untuk menjaga eksistensi partai, kehormatan pimpinan, dan martabat kami, maka sikap ini harus diambil. Namun kami memilih jalur damai agar pesan kami tetap tersampaikan dengan baik,” tambahnya.
Dalam pernyataan resminya, DPW NasDem NTT menilai Majalah Tempo telah melakukan framing negatif terhadap partai melalui judul cover “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Judul tersebut dinilai bertentangan dengan ideologi Partai NasDem yang mengedepankan nasionalisme, demokratisasi, dan religiusitas.
Selain itu, isi pemberitaan juga dianggap membentuk opini publik bahwa Partai NasDem sarat dengan kepentingan pragmatis. Hal ini, menurut mereka, merupakan upaya sistematis yang dapat merendahkan martabat pimpinan dan institusi partai.
Atas dasar itu, DPW NasDem NTT menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, Majalah Tempo diminta menyampaikan permohonan maaf secara tertulis selama satu bulan berturut-turut. Kedua, Tempo diminta untuk tidak mengulangi framing negatif serupa di masa mendatang.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Para kader berharap tuntutan mereka mendapat respons positif dari pihak Majalah Tempo guna menjaga hubungan baik antara media dan institusi politik, serta memastikan praktik jurnalistik yang berimbang dan bertanggung jawab tetap terjaga. (***)

