Kupang, lensantt – Tingginya angka stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Staf Ahli Badan Gizi Nasional (BGN), Florencio Mario Vieira, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus dengan memfokuskan penyaluran program Makan Bergizi (MBG) ke wilayah tersebut.
Hal ini disampaikan Mario saat berada di Kupang, Jumat (10/04/2026). Ia menyebut NTT menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya percepatan penanganan stunting melalui intervensi gizi.
“Presiden Prabowo juga fokus memasok program MBG ke Provinsi NTT,” ujarnya.
Meski demikian, Mario mengakui bahwa pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil tidaklah mudah. Berbagai kendala di lapangan menjadi tantangan, mulai dari akses hingga ketersediaan material.
“Memang akan sulit membangun SPPG di daerah terpencil. Hanya orang-orang yang memiliki kepedulian sosial tinggi yang mau terlibat membangun di wilayah-wilayah tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu kendala utama adalah mahalnya biaya material yang harus didatangkan ke lokasi-lokasi terpencil.
“Material menjadi salah satu kendala karena harganya jauh lebih mahal di daerah terpencil,” jelasnya.
Sebagai bagian dari tim percepatan pembangunan SPPG di Indonesia bagian timur, Mario mengungkapkan bahwa pada pertengahan tahun 2026 ditargetkan lebih dari 1.000 SPPG sudah mulai beroperasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 unit akan berada di Provinsi NTT.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 8.000 SPPG. Saat ini, sebanyak 924 unit telah masuk tahap penilaian, dan 70 unit di antaranya berada di Kabupaten Kupang.
Program ini diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya di wilayah timur Indonesia seperti NTT.(***)

