Kupang,lensantt.com- Nama Bunda Julie Laiskodat kini menjadi trend dikalangan masyeakat NTT. Karena, Tekadnya mempeelrkenalkan produk-produk khas NTT.
“NTT miliki kelor terbaik di dunia. Jadi kalau ada yang jadi pelaku kelor atau kopi, kami siap bantu hingga pemasaran,” katanya.
“NTT punya berbagai keunggulan, seperti kelor, madu dan kopi. Karena itu, kios dan toko harus siapkan kopi lokal,” tambahnya.
NTT, menurut dia, punya potensi kopi yang luar biasa, dan terdapat di 13 kabupaten, diantaranya Manggarai, Ngada, Ende, Flotim, Pulau Sumba.
Di pulau timor, terdapat beberapa daerah penghasil Kopi, seperti Lelogama, Kabupaten TTS, juga Kabupaten TTU.
“NTT Punya13 daerah pengahasil kopi dengan rasa yang begitu luar biasa buat apa minum kopi dari luar,” jelasnya.
Menurut dia, jika seluruh warga NTT terbiasa mengkomsusi kopi lokal maka dengan sendiriya Kopi NTT laris dan menambah penghasilan para petani kopi.
Pada kesempatan itu ia mengatakan miniatur pariwisata NTT ada di Dekranasda NTT, termasuk budaya menenun. Karena itu, dia berharap ada siswa yang mau belajar menenun, sehingga bisa dijadikan mata pencaharian.
“Jika ada anak-anak yang mau menenun, kasih tahu kami agar bantu permodalan dan dijual lagi ke kami,” katanya.
Pendamping siswa SMK St Pius X Insana, Sonia Tuna Babany mengatakan studi tour ke Dekranasda yang dilakukan bersama 21 siswa ini guna mempelajari hasil tenunan dan tenunan yang telah menjadi pakaian jadi.
“Siswa yang datang adalah kelas X bidang busana, sehingga kami datang untuk melihat teknik dan cara menbuat pakaian dari hasil tenun,” katanya.
Dia berharap studi tour kali ini bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk kembangkan potensi mereka. Sehingga bisa menjadi mata pencaharian di kemudian hari.
“Ini baru pertama kali kita datang. Karena dekranasda yang kaitan erat dengan busana, sehingga kami datang studi tour,” jelasnya.
Setelah studi tour ini, kata dia, pihaknya akan menggelar fashion show di SMK St Pius X Insana yang bertemakan tenun.
“kita harapkan dengan dangan kesini (Dekranasda), mereka tahu tentang tenun yang dijadikan busana,” tandasnya. (Ikz)

