Beranda Ekbis Valdi Pratama, Bisnis dan Edukasi Pengolahan Kopi Petani

Valdi Pratama, Bisnis dan Edukasi Pengolahan Kopi Petani

Denpasar. Lensantt.com – Sosok pengusaha muda Valdi Pratama, adalah salah satu penguasaha yang kini bergerak di bisnis kopi. Tak hanya menekuni bisnis kopi, Valdi kini juga aktif melakukan edukasi di bidang pertanian hingga pengolahan kopi di daerah.

“Kopi yang baik itu, kita tidak bisa melihat dari varietasnya (jenis), ketinggian, atau dimana kopi itu ditanam. Tapi bagaimana masyrakat yang mengolahnya. Jika (masyarakatnya) tahu cara mengolah kopi dengan benar, maka itu kopi pasti bagus,” kata Valdi saat ditemui di perkebunan kopi warga di Kampung Ekoheto, Desa Persiapan Mukufoka, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, (30/8/2019).

 

Meski saat ini tinggal di Denpasar Bali, namun Valdi kini sering bolak-balik ke Pulau Flores, khususnya ke daerah Bajawa, untuk menemui para petani kopi. Selain membeli kopi arabika hasil kebun petani di daerah tersebut, Valdi juga aktif memberi edukasi kepada para petani mulai proses tanam, peremajaan tanamam kopi, hingga pengolahan kopi yang baik pasca panen.

Baca Juga :  Berbaju Hanura, Iban Medah Kuasai Bali Nusra

“Percuma saja varietas (kopi) bagus tapi cara pengolahannya belum maksimal atau bagus. Karena kopi yang baik itu konsisten dalam pengolahan, dan itu mempengaruhi rasanya,” jelas pria lulusan Business and Management Studies, di University of Sussex, Inggris.

Potensi besar kopi dari wilayah Bajawa ini diakui oleh Valdi, tidak kalah dengan kualitas kopi lainnya di Indonesia seperti kopi dari Aceh, Toraja, dan kopi dari daeerah lainnya di Indonesia.

Meski diakui berkualitas, namun potensi besar kopi di tempat ini diakui belum digarap maksimal. Di musim panen, masih banyak sekali kopi yang terbuang sia sia karena terkendala tenaga kerja petik kopi dan infrastruktur jalan yang tidak memadai.

“Potensinya luar biasa, rata-rata di sini petani sumber utama penghasilannya adalah kopi dengan kualitas kopi yang tidak kalah dari tempat lain bahkan jauh lebih baik karena tanahnya subur dan jarang menggunakan pupuk kimia sehingga tidak terkontiminasi. Satu petani punya dua hingga tiga kebun kopi, satu kebun petani bisa hasilkan 3 ton gelondongan cherry merah (buah kopi),” ujar Valdi.

Baca Juga :  Tanpa Fasilitas Memadai, Warga Tupan Tetap Berjaga, Ketua Posko : Warga Luar Tanpa KTP Kami Usir  
Baca Juga :  Download cydia without jailbreaking ipod touch 4g Spyphone Reviews com

Petani desa ini, sebut Valdi, memiliki kebun kopi yang kurang terawat karena akses jalan yang susah dilalui. Jalan yang belum diaspal membuat biaya angkut kopi menjadi kendala tersendiri.

“Alangkah baiknya jika dibantu akses jalan agar gaung kopi mereka terdengar di seluruh pelosok negeri. Mereka di sini benar-benar kaya kopi yang bagus, hanya akses jalan yang kurang.

 

Di musism panen banyak kopi tersisa atau terbuang karena kurangnya tenaga kerja untuk petik kopi. Karena medan yang sulit, akhirnya orang pergi ke dataran yang lebih rendah, padahal di sini potensinya luar biasa,” ujarnya. [bbn/psk]

Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Warga Naimata Ditemukan Gantung Diri

Kupang,lensantt.com - SM (57)Warga RT 02 RW 01 Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) digegerkan dengan adanya penemuan mayat seorang wanita,...

GKH Dilauncing, Walikota Kupang Ingatkan Tanam Pahon Dan Jaga Lingkungan

KUPANG,Lensantt.com.Pemerintah Kota Kupang kembali melakukan aksi penanaman pohon di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, tepatnya di lokasi Jembatan Petuk II, Sabtu (11/07/2020). Kegiatan yang dimotori oleh...

Tim Pansus DPRD TTS Bongkar “Aib” SKPD

Soe, lensantt.com- Tim Pansus LKPJ DPRD TTS telah selesai menjalankan tugas mereka pada Sabtu  (11/07/ 2020). Sesuai aturan Tim Pansus menyampaikan, laporan melalui Rapat Paripurna...

Warga Sabu Raijua Bakal Dilayani Kapal Cepat Berbahan Aluminium

Kupang,lensntt.com- Warga Sabu Raijua Bakal mendapatkan kapal baru berbahan Aluminium menggantikan Kapal Cantika. Kapal motor tersebut, akan beroperasi mengangkut para penumpang tujuan Sabu-Kupang. Bupati Sabu Raija...

Pansus Temukan Dugaan Penlah Gunaan Dana Senilai 3,5 Miliar, Marten Tualaka : Kasus ini Harus Diusut Tuntas

Soe, lensantt.com-  Panitia khusus (Pansus) DPRD TTS kembali Turun ke lapangan pada sabtu 11 juli 2020. Kegiatan ini, menjadi hari terakhir dari perjalanan hari terakhir...