SoE, lensantt.com – Penutupan mata air Bonleu menuai polemik.lantaran sebagian masyarakat menilai kalau penutupan sepihak merugikan masyarakat pengguna PDAM khususnya warga Kota SoE.
Ada fakta baru yang terkuak tekait penutupan mata air Bonleu. Ternyanya, pemerintah dinilai telah melanggar kesepakatan antara masyarakat adat Bonleu dan Pihak Pemda.
“Itu karena kesepakatan belum di penuhi,” Kata anggota DPRD Kabupaten TTS Marthen Tualaka kepada media ini Senin, ( 31/01/2021).
Ia menilai, pemda telah mengingkari janji kepada masyarakat adat Bonleu. Bahkan, saat itu pihak DPRD telah membuat perda nomor 6 tahun 2012 tentang
tentang pengelolaan timbal jasa lingkungan.
Ia menegaskan, masyarakat memang layak melakukan protes. ” mereka layak lakukan protes,” jelasnya.
Ia menambahkan, kasus Mata Air Bonleu sudah di prediksi sejak 9 tahun.” Ini bukan hanya soal ingkar janji tapi juga sudah melanggar perda,” kata dia.
Ia juga menilai pemerintah terkesan arogan karena sudah melaporkan masyarakat Bonleu.
” Pemerintah jangan arogan harusnya mencari solusi bukan melaporkan masyarakat Bonleu, ini urusan Pemda TTS melalui PDAM SoE dan masyarakat adat bonleu, ” kata dia.( ikz)