Menia,lensantt.com- Semenjak Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak airmata yang tumpah dari negeri para dewa ini. Tangisan seluruh warga sabu raijua itu hanya untuk Matade.

Tetesan Air mata rakyat sabu raijua terus mengalir membasahi tanah para dewa, mereka (Masyarakat sabu) benar-benar merasa kehilangan seorang sosok pemimpin dan juga seorang ayah yang selama ini memberi harapan baru bagi  kabupaten yang dikenal tandus tersebut.

Mayarakat Sarai,  memang sudah “Jatuh Cinta” dengan  Marthen Dira Tome yang akrab disapa MAtade tersebut, terbukti semenjak mendengar Dia (Marthen Dira Tome) di tangkap KPK secara spontan masyrakat Sabu Raijua menggelar kegiatan Doa bersama dan pembakaran seribu lilin.

Baca Juga :  Beny Litelnony: Dana PNPM Mandiri Harus Diawasi

Doa arga sabu raijua ini tidak muluk-muluk, mereka hanya meminta kepada yang maha kuasa agar, bisa memberi pengasihan bagi pemimpin mereka.

Marthen Dira Tome punya daya magis luar biasa bagi masyarakatnya di Sabu Raijua. Kehadirannya menjadi kekuatan dan spirit bagi pembangunan di wilayah seribu lontar itu. Karena itu, begitu mendapat kabar buruk bahwa pemimpin yang merakyat itu ditangkap lembaga antirasuah, KPK, warga protes, juga marah, meski ada yang tertawa, tapi umumnya semua ‘berduka’ atas musibah yang dialami bupatinya itu.

Simon Dira Tome kepada media ini beberapa waktu lalu menjelaskan, air mata warga sabu raijua tidak bisa di bending lagi. Mereka benar-benar kehilangan sosok seorang pemimpin. “ini air mata ketulusan dari seluruh masyrakat sabu, mereka kehilangan seorang ayah,” jelasnya.

Baca Juga :  Profesionalitas Kasat Lantas Polres Kupang Diuji

Dia menegaskan, apaun yang terjadi nantinya masyarakat Sarai hanya ingin medapat perlakuan yang adil dari KPK,”Kami tidak menentang proses hukum tapi kami minta keadilan, “ ungkapnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here