Kota Kupang, Lensantt – Pembangunan Embung di Kabupaten Sabu Raijua saat ini menuai konflik padahal, embung yang didanai dari APBN tersebut sebenarnya sangat berguna bagi selurah masyarakat di kabupaten tersebut karena jika embung itu berhasil dibangun maka warga sabu tidak akan kekurangan air bersih selain itu air dari bendungan dapat digunakan untuk irigasi bagi area persawahan dan juga perkebunan.

“Embung itu sangat berguna bagi masyarakat yang ada di kabupaten Sabu Raijua,” Kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Sungai Nusa Tenggara II Dinas Pekerajaan Umum (PU) Provinsi NTT kepada wartawan diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Dirinya sangat yakin, kalau embung dengan kapasitas Tiga Ratus Ribu M2 itu sangat berguna bagi kehidupan masyrakat Sarai . Daia merincikan, dengan debit air itu dalam setiap hari setiap orang dapat menggunakan 50-60 liter air bersih.

Baca Juga :  Bak Air Mubazir, Sumber Air Semakin Jauh

Dia mengakui, kalau pembangunan embung tersebut menuai konflik namun dirinya mengharapkan agar, semua permasalahan dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga pembangunan embung itu dapat di teruskan.“ Semua masalah dapat di bicarakan,” Ujarnya.

Dia menuturkan sebenarnya, sudah ada pertemuan antara Pemkab Sarai dengan para pemilik tanah    namun belum ada kesepakatan. Untuk itu kasatker PJPA meminta kepada Pemkab Sarai agar segera melakukan pendekatan secara persuasif dengan masyarakat.”Pemkab Sabu Harus segera mengambil langkah dan lakukan pendekatan dengan mereka,” Katanya. (Iksan).