Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Kupang,lensantt.com – Oknum Anggota Polisi Kepolisian Sektor (Polsek) Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berinisial (NM) diduga telah menipu, MO alias Mawar, salah satu wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) di salah satu hotel di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kepada sumbernews.com, Mawar mengisahkan bahwa dirinya didatangi NM pada Februari 2015 di kamar hotel tempat dirinya biasa mangkal. Saat itu juga, dirinya bersama NM melakukan transaksi seks dengan bayaran Rp. 200.000 sekali beraksi.

Namun sayangnya Setelah melakukan aksi ranjang, NM pun pergi.Namun, lanjutnya, selang beberapa hari kemudian, NM kembali lagi menemui dirinya dan mengutarakan niatnya akan menikahi dirinya.

Mendengar NM serius dan ingin menjadikan dirinya sebagai isteri, sejak saat itu pula dirinya melayani NM tanpa bayaran sepeserpun. Bahkan, sebagian barang berharga milik Mawar diberikan kepada NM.

Baca Juga :  Pra peradilan Direserkrim Umum Polda NTT FOS Persoalkan Pasal 79 KUHP

“Dia bilang dia mau jadikan saya (Mawar) isterinya sehingga setiap kali dia lepas piket dia datang tidur dengan saya di hotel dan dia tidak bayar. Beberapa barang saya juga,
saya kasih ke dia (NM), karena saya pikir dia serius,” kisahnya.

Saat memasuki awal Bulan Mei 2015 lalu, NM mulai menghindar dan menghilang begitu saja tanpa kabar. Bahkan, ketika dirinya menghubungi NM dirinya malah dimarahi dan caci maki.

Merasa dirinya jadi korban penipuan, pada tanggal 14 Mei 2015 lalu, dirinya nekad mendatangi kantor polisi tempat NM bertugas.

Saat itu dirinya mengaku bertemu dengan Kepala Polsek Polen serta mengadukan persoalan tersebut kepada Kapolsek. Dirinya pun mendapatkan jawaban dari Kapolsek Polen bahwa akan memanggil NM guna menanyakan persoalan tersebut. Namun, hingga saat ini kasus yang diadukan itu belum ada titik terangnya.

Baca Juga :  Oknum Polisi Polresta Kupang "Diduga" Cabuli Anak Kandungnya

“Sekarang dia tidak pernah menghubungi saya lagi mas. Karena tak pernah hubungi saya, saya langsung ke orangtuanya untuk melaporkan persoalan itu ke orangtuanya yang juga anggota Polisi di Polres TTS,” ujarnya Mawar.

Kapolsek Polen, Ipda. Agus Soleh ketika dikonfirmasi via telepon, mengatakan, dirinya sudah mendapatkan laporan dari Mawar beberapa waktu lalu bahkan dirinya sudah memanggil NM serta mendesak NM untuk segera bertemu korban sehingga dapat mencarikan jalan keluarnya.

“Saya sudah panggil anggota saya dan saya sudah kasih penegasan ke dia agar segera ketemu dengan korban. Soal perkembangannya saya belum tahu,” tuturnya singkat. (Sumbernews.com/lensantt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here