Beranda Ekbis SPS Data 77 Media Didata Untuk Dibawa Ke Dewan Pers

SPS Data 77 Media Didata Untuk Dibawa Ke Dewan Pers

Kupang, lensantt.com – Serikat Perusahaan Pers (SPS) NTT kembali melakukan pendataan terhadap perusahaan media yang selama ini beroperasi di NTT. Pendataan dilakukan setiap tahun untuk dimasukan ke Dewan Pers di pusat.

“Pendataan ini kita lakukan setiap tahun dan akan dirilis dalam buku dewan pers yang diterbitkan. Untuk itu saya menghimbau kepada semua rekan-rekan yang memiliki perusahaan pers untuk mendaftarkan perusahaan nya,” ungkap Ketua SPS NTT, Herry Battileo, SH kepada media online lensantt.com, Kamis, (4/2/2016).

Herry merincikan, saat ini ada 77 media yang sudah terdata oleh SPS Provinsi NTT. ” Harian ada 6, Tabloid 19, Media Online 32, Radio 10 dan Televisi 11,” jelasnya.

Baca Juga :  Ditengah Pandemik Covid-19, Gereja Zaitun Tenau Bagi Sembako Untuk Jemaat

Pentingnya pendataan perusahaan pers ini jelas Herry Battileo, untuk memastikan legalitas hukum sebuah perusahaan yang menerbitkan produk juralistik. Selain itu, untuk menjaga media tetap bekerja sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Prinsip beribang dan akurat itu harus menjadi tagline setiap media. Kita tidak bisa pungkiri bahwa dengan menjamurnya media di NTT akan memberi dampak bagi perkembangan dunia informasi sehingga harus didata dan dijaga supaya tidak keluar dari Undang-Undang pers sebagai payung hukum dari perusahan pers tersebut,” ujarnya.

Untuk legal hukumnya sebuah perusahaan pers kata Herry, yang disarankan oleh Dewan Pers harus dalam bentuk Perseroan Terbatas, Yayasan dan Koperasi. Bagi Media yang sudah beroperasi dan masih menggunakan CV maupun Lembaga untuk segera menyesuai dengan ketentuan perusahaan pers sebagaimana dimanatkan dewan pers.

Baca Juga :  Marten Tualaka Pertanyakan Tanggapan Pemda TTS

Diakuinya masih banyak perusahan pers, khususnya online yang belum terdaftar di dewan pers, sehingga perlu dilakukan pendataan. Jika tidak terdaftar perusahaan pers itu tidak akan diakui oleh dewan pers, sehingga jika terjadi persoalan hukum, maka penyidik akan menggunakan KUHP untuk menjerat perusahaan pers tersebut. “Mereka tidak akan menggunakan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers,” katanya.

Baca Juga :  Astaga! Kasus Kredit Macet, Pengacara MR Sebut Mantan Plt. Dirut Bank NTT Terima Uang 1,5 M

Menurut dia, sudah sebagian besar perusahaan pers di NTT telah mengambil formulir pendaftaran ke dewan pers. “Jika telah terdaftar, maka akan diakui sebagai perusahaan pers,” katanya. (ikz/seputarntt)

Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Ikut Donor Darah, Dirum Bank NTT : Setetes Darah Berarti Untuk Banyak Orang

Kupang,lensantt.com - Tak disangka   Direktur Umum (Dirum) Johanis Landu Umbu Praing tidak hanya pandai mengatur jalur keuangan di bank NTT tapi juga punya hati...

Tak Perlu Ke Kantor, Ingin Jadi Peserta BPJS Gunakan Aplikasi Mobile JKN

Kupang,lensantt.com- BPJS terus melalukan terobasan agar bisa mempermuadah masyarakat yajg igin terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan. Kali ini BPJS Kesehatan menyiapkan aplikasi Mobile JKN untuk...

Soal Gaji, Penambak Garam Akui Itu Kesepakatan Bersama, Koordinator Tambak : Gaji Kami Berjalan Normal

Seba, lensantt.com - gaji para pekerja penambak garam menjadi isu hangat menjelang Pemelihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak Kabupaten Sabu Raijua. Drs.Nikodemus Rihi Heke,M.Si Sebagai calon Petahana...

Kembali Eksis, dLamaholot Band Launcing Album Ke Tiga Bertajuk ” Kembali “

Kupang,lensantt.com - Setelah menghilang beberapa tahun Dlamoholot band kembali meluncurkan album ke'-tiga bertajuk "Kembali". Album "Kembali" ini direncanakan akan di launcing pada 18 Semptember 2020. Band...

Pasien Positif Covid-19 Capai 289 Orang, Pemprov NTT Belum Wacanakan PSBB

Kupang,lensantt.com - Pasien Covid-19 diprovinsi NTT  terus melonjak hingga kini sudah 289 orang di nyatakan positif. "Sudah 289 orang yang dinyatakan positif covid-19," Kata Kadis...