Kebutuhan Air Dan Perjuangan Walikota Kupang

  • Whatsapp

Kupang,lensantt.com – Harus diakaui kalau kebutuhan air bersih masih menjadi masalah terbesar di Kota Kupang. Pergantian, Orang nomor satu di Kota ini belum juga mrnyelesaikan masalah tersebut.

Akhirnya, Saling menyalahkan antara pemimpin  pun tak bisa dielakan.

Read More

Belum lagi fanatisme para pendukung pemimpin sebelumnya yang selalu mencari kesalahan pemimpin baru di Kota ini. Padahal, mereka tau kalau untuk menyelesaiakan persoalan itu tidak segampang yang dipikirkan.

Jefry Riwu Kore sebagai Walikota kupang saat ini juga mendapat hujatan yang sama dari berbagai elemen. Ada yang benar-benar mengktitik tanpa embel-embel.

Tapi ada juga kritik dari orang- orang anti pemerintah. Namun perjuangan Jefry Riwu Kore  untuk menata dan memberikan yajg terbaik untuk Kota Kupang tak pernah “Redup” apalagi soal air bersih.

Setelah bendungan kolhua yang harusjua menjadi penyelamat warga kota kupang dalam mengatasi air bersih dibatalkan.

Jetry Riwu Kore menggambil beberapa langkah strategis seperti mengoptimalkan beberapa kali salah satunya kali dendeng.

Tak hanya itu Dr. Jefri Riwu Kore mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Jumat (24/01/2020) pagi. Tujuannya membahas penanggulangan masalah air bersih di Kota Kupang.

Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini, mengatakan dirinya datang ke Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR untuk mendiskusikan pembangunan dua sumber air baku di Kota Kupang pada tahun 2020 ini.

“Saat ini kami berada di Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Cipta Karya. Kami ada di sini untuk memperjuangkan pembangunan pipa Kali Dendeng dan Air Sagu yang akan dibangun di Kota Kupang,” ungkapnya.

Ketua DPD Partai Demokrat NTT ini meminta agar masyarakat Kota Kupang tetap optimis dan mendukung agar permasalahan air bersih yang sementara dialami dapat terselesaikan.

“Doakan supaya proyek ini bisa berjalan dengan baik. Dan ini kesekian kalinya kami mendatangi Kementerian PUPR untuk meminta dan memperjuangkan air bersih yang menjadi suatu masalah besar di Kota Kupang,” kata Jeriko. (Ikz)

Komentar Anda?

Related posts