SMPN Matani Kekurangan Ruang Belajar 

  • Whatsapp
Soe, lensantt.com – Kunjungan kerja yang dipimpin oleh komisi 4 DPRD TTS ketua Marthen Tualaka, bersama beberapa anggota yakni Deksi Letuna, Malina Lakapu, Matheos Lakapu, Ribinson Faot, Habel Hoti.
Foto Bersama Angota DPRD TTS dan Pihak Sekolah
Foto : Erick Hello
Tujuan kunjungan kerja dibeberapa titik sekolah-sekolah itu guna memantau proses belajar mengajar dimasa era new normal.
Selain itu kunker akan melihat bangunan fisik maupun aset yang tidak layak dipakai sehingga komisi IV akan masukan dalam rapat perubahan.
Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah SMPN  Matani Maksen M. I. Kase S.Pd mengatakan, saat ini sekolah itu membutuhkan dua buah ruang kelas.
“Kami juga masih membutuhkan bantuan ruangan sebanyak dua ruangan, semoga dengan kedatangan komisi IV  DPRD TTS sebagai perpanjang tangan dari pemerintah busa menyampaikan keluhan kami,” tegasnya.
Ia merincikan,  Jumlah guru honor di SMP N matani sebanyak 18 orang dan 1 orang penjaga sekolah . Sedangkan, jumlah siswa sebanyak 243 orang.
Ia menambahkan, persiapan proses KBM disekolah ini sudah disediakan dan sudah laksanakan. sehingga, mulai besok rabu 22 julli 2020 sudah berjalan lancar.
Lanjut Maksen M. I  Kase S.Pd , pihak sekolah juga telah melaksanakan protokoler kesehatan dengan membagi masker bagi para siswa, cuci tangan dan jaga jarak.
Yoram Nakamnanu selaku Korwas pengawas binaan SMP Mengatakan, saat ini semoga kedepan proses belajar mengajar di SMP N matani berjalan lancar tanpa ada hambatan apa-apa.
Ketua Komisi IV DPRD TTS  Marten Tualaka menegaskan, pihaknya akan menyikapi semua masukan dari  sekolah.
“Nanti aspirasi-aspirasi ini kami dari komisi IV akan menindak lanjuti permintan yang sufah kami peroleh,” kata dia.
Lanjut Marten,  jika dari dinas terkait tidak mampu mengeksekusi permintaan tersebut maka kami akan lanjutkan ke pihak kementrian.
Ditempat yang sama anggota Komisi IV DPRD TTS Habel Hoti menambahkan, untuk menyelesaikan  pendidikan harus berani mengambil sikap.
” Bagaimana jika ada muritblalu tidak ada guru. Atau ada guru namun tidak ada siswa. Apa ending dari tujuan berpendidikan.?,” tegasnya.
Khusus daerah Kualin harus di perbanyak   ekstra kulikuler, sehingga anak-anak didik tidak fokus pada PNS tetapi bisa mengisi waktu saat ada peluang.
“Daerah tersebut merupakan daerah teknis untuk berternak, bercocok tanam dll,” tegasnya.
Penulis :  Erick Hello
Editor : Izak E. Kaesmetan

Komentar Anda?

Related posts