Kupang,lensantt.com- “Jadi kami di BPS punya program kegiatan itu selain menyelenggarakan statistik dasar yang tadi saya sudah jelaskan itu juga melakukan pembinaan terhadap statistik sektoral yang diselenggarakan oleh tingkat kabupaten kota ya tentu dinas instansi ya termasuk teman-teman di kecamatan dan kelurahan itu kan sebetulnya ujung tombak dari pelaksanaan” Demikian dikatakan Kepala BPS Kota Kupang Patrisius Tupen dalam kegiatan Sosialisasi Kelurahan Cinta Sosialisasi (Cantik) di kantor BPS kota Kupang, Selasa, 8 Oktober 2024.
BPS kata dia, memandang perlu karena Kelurahan juga sebetulnya ujung tombak tata kelola data statistik. oleh karena itu BPS kota Kupang membina bagaimana dinas instansi melaksanakan tata kelola penyelenggaraan statistik dalam bingkai identitas nasional.
Secara strategisnya, itu dimulai dari level tingkat Kelurahan karena mereka (kelurahan) adalah ujung tombak.
” jadi kalau proses menghasilkan data itu dilakukan secara benar maka data-data yang mereka hasilkan itu bisa dipakai oleh semua Kementerian semua dinas,” kata dia
Selain melakukan pembinaan di level kabupaten kota kami juga melakukan pembinaan di DPRD yang pertama adalah meningkatkan literasi kesadaran dan peran aktif daripada perangkat desa atau kelurahan dan masyarakat di dalam penyelenggaraan kegiatan.
” karena itu kalau mereka bisa membenahi penyelenggaraan menghasilkan data yang benar di tingkat paling level paling bawah maka semua sektor-sektor budaya kalau membutuhkan data,” ujarnya.
Untuk menghasilkan data, harus ada prosesnya mulai dari perencanaannya di dalamnya.
” ada buku panduannya harus ada konsep dan definisi tentang metadata kegiatan metadata variabel beta-rata indikator batasan-batasannya sehingga apa yang dikumpulkan objek yang dikumpulkan itu harus punya cakupan yang terukur jelas gitu nah setelah itu semua sudah ada harus ada pelatihannya,” kata dia
Tujuan yang ketiga adalah optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik artinya kalau data yang sudah dihasilkan.
” itu itu kan harus tahu cara membacanya sehingga kemudian mengerti data itu sebetulnya menggambarkan permasalahan apa sehingga dari permasalahan itu bisa tahu bahwa rancangan kebijakan untuk programnya ,” kata dia.
Kemudian data itu dipakai menjawab permasalahan yang betul-betul terjadi di tengah masyarakat.
Ia berharap, Program pelaksanaan itu tepat sasaran dan yang terakhir adalah supaya membentuk agen-agen statistik pada Desa ataupun Kelurahan.(Ikz)
