Lensa NTT

Satu Mimpi Dua Rival Politik Untuk NTT

Kupang,lensantt– Dalam dinamika politik Nusa Tenggara Timur (NTT), dua nama yang kerap disebut dalam kubu berseberangan adalah Simon Petrus Kamlasi dan Melki Laka Lena. Keduanya dikenal luas sebagai figur kuat yang membangun basis massa, memimpin gerakan, dan bertarung di arena politik lokal maupun nasional. Namun kini, sebuah momen langka dan penuh harapan terjadi — dua tokoh itu sepakat untuk menanggalkan perbedaan demi satu tujuan: membangun NTT yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya saing.
Pertemuan keduanya di Kupang, pekan lalu, tidak hanya mengejutkan publik tapi juga menjadi simbol perubahan lanskap politik NTT. Dalam forum terbuka bertajuk “NTT Menuju Lompatan Besar”, Simon dan Melki duduk berdampingan, berbicara bukan soal kursi kekuasaan, melainkan soal air bersih, listrik desa, stunting, harga pangan, dan masa depan generasi muda.
Ketika menjadi Rival Dalam Politik adu Argumen ide, gagasan tak terelakan. Ternyata, kedua tokoh ini punya satu mimpi menjadikan Provinsi NTT lebih Baik Kedepan karena Rivalitas Tak Menghalangi Misi Bersama Bangun Daerah.
Satu Tujuan, Banyak Jalan
Simon Petrus Kamlasi, tokoh senior yang dikenal vokal membela kepentingan masyarakat akar rumput, menyatakan kepada media ini 2 Agustus 2025 bahwa perbedaan pilihan politik bukan alasan untuk tidak bekerjasama.
“Kalau soal pemilu kita berkompetisi, itu biasa. Tapi kalau bicara NTT, tidak ada alasan untuk jalan sendiri-sendiri. Sudah saatnya bersatu,” ujar Simon dalam pernyataan di depan ratusan warga dan tokoh adat yang hadir.
Sementara itu, Melki Laka Lena, yang kini menjabat Sebagai Gubernur NTT menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun daerah tertinggal.
“Saya dan pak Simon punya  cara pandang yang sama dalam hal pendidikan, kesehatan, dan Pertanian kesejahteraan rakyat, kita punya mimpi yang sama. Rakyat butuh solusi, bukan perseteruan elit,” tegas Melki.
Momentum Politik Baru?
Kebersamaan ini menuai beragam respons. Banyak yang menilai bahwa ini adalah babak baru politik dewasa di NTT, di mana kepentingan rakyat berada di atas manuver kekuasaan. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang memandang sinis, menganggapnya sekadar pencitraan menjelang tahun politik 2029.
Namun bagi masyarakat di akar rumput, sinyal kolaborasi ini disambut positif. Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, seorang tokoh masyarakat menyebut bahwa “sudah lama kami ingin lihat pemimpin duduk bareng bukan karena mau rebut kursi, tapi karena mau kerja sungguh-sungguh.”
Agenda Bersama Untuk NTT
Dari hasil pertemuan tersebut, Simon dan Melki sepakat mengawal sejumlah program strategis untuk lima tahun ke depan, terlepas dari posisi politik masing-masing. Fokus utama mereka antara lain:
Percepatan akses air bersih di desa-desa terpencil yang selama ini mengandalkan air hujan.
Revitalisasi infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan wilayah-wilayah terisolir. Lebih Khusus Soal pernanian.
Penguatan ekonomi kreatif berbasis anak muda dan perempuan melalui pelatihan dan akses permodalan.
Peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi.
Politik Jadi Harapan
Langkah dua rival ini mengingatkan publik bahwa politik bisa menjadi jalan membangun harapan, bukan hanya pertarungan kekuasaan. Meski masa depan politik keduanya belum pasti — apakah akan maju dalam satu koalisi atau tetap bertarung di jalur berbeda — namun satu hal jelas: NTT membutuhkan kolaborasi, bukan perpecahan.
Tentunya Sejarah mungkin akan mencatat bahwa Simon Petrus Kamlasi dan Melki Laka Lena pernah bersaing keras dalam panggung politik. Tapi jika benar keduanya kini berjalan beriringan demi masa depan rakyat, maka rivalitas itu akan dikenang bukan sebagai konflik, melainkan sebagai fondasi persatuan.
Dan di tengah segala tantangan NTT — kemiskinan, keterisolasian, dan ketimpangan pembangunan — harapan terbesar rakyat adalah melihat lebih banyak pemimpin yang mampu menaruh ego, lalu berjalan seirama untuk satu mimpi besar: NTT yang maju dan sejahtera untuk semua.(Redaksi)

Komentar Anda?

Exit mobile version