Kupang,lensantt – Gubernur, bupati hingga wali kota selaku pemegang saham Bank NTT akan menggelar Pemegang Saham (RUPS) atau RUPS LB (Luar Biasa), terhadap BPD PT Bank NTT.
Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), menegaskan RUPS maupun RUPS LB yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan Pilkada Tahun 2024.
Menurut Andriko, keputusan RUPS merupakan keputusan pemegang saham Bank NTT, dimana beberapa waktu lalu Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares meminta agar RUPS diselenggarakan usai Pilkada di Tahun 2024.
“Sekali lagi saya tekankan tidak ada hubungan RUPS LB dengan Pilkada, itu dua hal yang berbeda,” tegas Andriko dalam jumpa pers bersama awak media, Rabu 13 November 2024.
Andriko menambahkan, RUPS dilakukan untuk mengganti Plt Yohanes Landu Praing, yang telah berakhir masa jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank NTT.
“Kami punya target dan kami telah merencanakan untuk segera mungkin RUPS LB, untuk mengisi kelengkapan Plt direktur yang sudah selesai pada 7 November 2024,” terang Andriko.
Andriko menegaskan, RUPS maupun RUPS LB yang akan digelar pemegang saham Bank NTT tidak akan menggangu proses kerja, namun diselenggarakan RUPS untuk membenahi organisasi yang kosong di Bank NTT.
“Apakah itu mengganggu tentunya tidak mengganggu proses di Bank NTT. Dewan arahan dan dewan komisaris di dalam sebuah perusahaan apalagi bank yang dilindungi oleh OJK bekerja sesuai SOP, harus diisi,” terangnya.
Ia menambahkan Bank NTT merupakan bank yang pemegang sahamnya adalah kepala daerah.
“Yang memiliki saham itu gubernur, wali kota dan bupati di Bank NTT, yang punya duit itu gubernur, wali kota dan bupati poinnya disitu mengganggu duit negara dalam bentuk penyertaan modal,” tegasnya.
Pemegang saham Bank NTT, kata Andriko, adalah kepala daerah yang menentukan nasib bank. Dan RUPS keputusan tertinggi yang diambil oleh para pemegang saham.
“Keputusan tertingginya di RUPS LB oleh pemegang saham yang mengambil keputusan di dalam Bank NTT.” Tegasnya.
Untuk diketahui sebelumnya Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares meminta Pj Gubernur NTT, untuk mengadakan RUPS Bank NTT setelah Pilkada pada 27 November 2024.(“/)
