Rektor UNADRI, Patrisius Kami, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa sebelum diterjunkan ke lokasi, para mahasiswa telah dibekali dengan sejumlah materi pembekalan.
“Para mahasiswa dibekali sebelum turun ke lapangan agar saat melaksanakan KKNT benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KKNT merupakan bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada tema, isu, atau program spesifik seperti kesehatan, lingkungan, maupun pengembangan ekonomi desa. Program ini dirancang untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat secara terstruktur dan terarah.
Berbeda dengan KKN reguler yang bersifat umum, KKN tematik lebih intensif dan sering kali merupakan implementasi kerja sama dengan mitra eksternal.
Menurut Rektor, terdapat sejumlah ciri khas dalam KKN tematik, di antaranya:
-
Fokus Spesifik: Program disusun berdasarkan tema tertentu seperti pendampingan stunting, pengembangan desa wisata, digitalisasi UMKM, hingga penyehatan lingkungan.
-
Penyelesaian Masalah (Problem Solving): Mahasiswa hadir tidak hanya untuk pengabdian umum, tetapi membawa solusi konkret atas persoalan riil di lokasi.
-
Interdisipliner: Melibatkan kolaborasi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu sesuai tema yang diangkat.
-
Berbasis Kemitraan: Bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga, maupun instansi terkait dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan pengalaman belajar nyata bagi mahasiswa di tengah masyarakat.
Rektor berharap melalui KKNT 2026, mahasiswa tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menghadirkan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat(**)
