NYANYIAN SANG KAKAK

  • Whatsapp

Lensantt.com,- Pada satu waktu di sebuah rumah sakit di Amerika, seorang ibu muda sedang mengandung bayinya yang kedua. Ia sudah punya anak namanya Michael yang berusia 3 tahun.

Michael senang sekali akan punya adik, sering ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu.

Nampaknya Michael sangat sayang pada adiknya yang akan segera lahir. Dalam proses persalinan, di luar dugaan dokter terjadi komplikasi serius. Berjam-jam kemudian adik Michael lahir, seorang bayi puteri yang mungil, namun sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada ibu muda itu: “Bersiaplah jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi”. Ibu muda itu bersama suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan kalau sewaktu-waktu bayi perempuan mereka dipanggil Tuhan.

Berbeda dengan Papa dan Mama, Michael sejak adiknya dirawat di ICU tetap merengek terus: “Mama” katanya, “Aku mau nyanyi buat adik kecil”. Tetapi ibunya kurang tanggap. “Mama aku pingin nyanyi”, berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung dan menangis tetapi ibunya tetap menganggap rengekan Michael adalah rengekan anak kecil. Lagipula anak kecil dilarang memasuki ruangan ICU.

Baru, ketika harapan menipis, ibunya mendengarkan Michael, setidaknya Michael bisa melihat adiknya untuk terakhir kali. Michael dibawa ke ruang ICU dan dicegah oleh suster di depan pintu: “Anak kecil dilarang masuk”. Ibunya menatap tajam suster dan berkata: “Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi. Mungkin ini terakhir kali Michael melihat adiknya”. Suster terdiam menatap Michael dan berkata: “OK, tapi tidak boleh lebih dari 5 menit!”.

Michael dibungkus dengan pakaian khusus, dibawa masuk ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang menantikan saat-saat terakhir. Michael menatap adiknya, menjamahnya, lalu dari mulutnya yang kecil muncul keluar suara nyanyian yang nyaring. Ajaib! Si adik langsung memberi respon seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Ibunya dengan haru melihat dan berkata: “Terus Michael, teruskan sayang”.

Tidak lama kemudian, sang adik pun meregang seolah menghela napas panjang, tetapi segera pernapasannya kembali menjadi teratur. Sang adik kelihatan begitu tenang, sangat tenang. Ibunya sekarang membujuk Michael: “Bernyanyi lagi Michael, teruskan bernyanyi!”.

Adiknya semakin tenang, rileks, damai lalu tertidur lelap. Suster yang tadinya melarang Michael masuk kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael.

Keesokan harinya, si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir akan kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Rasa kasih dan sayang pada diri seorang anak kecil bisa menyembuhkan penyakit adiknya, bayi yang baru lahir. Ada kekuatan di dalam kasih. (Anda)

Sumber : Suara Pertobatan

Komentar Anda?

Related posts