Monday, July 22, 2024

Launching Sekolah Jam 5.30, Linus Lusi : Pendidikan NTT Gemparkan Dunia, Butuh “Napas Panjang”, Jhony Kilapong : Pembentukan Disiplin itu Perluq

-

Kupang,lensantt.com- Setelah sempat menjadi polemik akhirnya Sekolah Jam 5.30 di Kota Kupang akjirnya resmi di launcing  pada Rabu, (05/04/2023) bertempat di SMN Kupang.

Dalam sambutanya,  Kadis Pendidikan Provinsi NTT Linus Lusi mengatakan, dengan jumlah siswa siswa 500 Ribu lenh di Kota Kupang saat ini penerapan sekolah jam 5.30 merupakan pencarian siswa terbaik yang ada di Kota Kupang.
” kita mencari siswa terbaik mereka adalah mutiara dan juga emas. Di kota kupang banyak siswa pintar di kota kupang,” kata dia.
Ia mengatakan, jangan menundukan kepala saat di cemooh atau di sindir. Itu merupakan motivasi bagi dunia pendidikan.
” Kita harus punya satu visi dan misi yang sama di dunia  pendidikan,” kata dia.
Ia mengakui, dalam penerapan sekolah jam 5.30 tersebut perlu panjang sabar. Dan terus berbenah ” kita harus napas panjanng  memanag butuh pembenahahan,” jelasnya.

Kadis Linus Lusi pada sesi sambutan mengatakan, kehormatan orang NTT terletak di aspek pendidikan.

“Dirancang mendesain cita-cita anak. Dengan argumen dan riset sekolah jam lima pagi. Ibu bapa tidak boleh mundur. Keraguan adalah penyakit

“Pelan tapi pasti bukan berhenti. Kita berkumpul di sini karena satu hati untuk pendidikan di NTT. Memiliki visi yang sama. Kita harus punya pikiran yang serius.
Kita melahirkan sejarah baru dengan sekolah jam   5.30,” tembahnya.

Disiplin Siswa

Presiden Direktur Generasi Unggul Center,  Pendeta Jhony Kilapong menyebut jika sekolah jam 5.30 baik bagi perkembangan siswa.

Menurut Pendeta Johny, Kajian riset jurnal Scopus Q 1 menyebut bahwa  berdasarkan neurosains otak manusia dirancang untuk mulai aktivitas di pagi hari.

“Penyerapan energi dan daya pikir 100 %. Secara psikologi semua riset menunjukan orang yang belajar di pagi hari punya tingkat peringkat akademik baik,” ujarnya.

Menurutnya, orang orang yang bekerja di pagi hari lebih produktif.

“Secara kesehatan juga  bagus. Yang paling sulit dibangun adalah budaya. Itu gerbang pertama. Budaya unggul paling sulit dibangun dalam dunia pendidikan. Disiplin itu adalah kuncinya. Bangun pagi itukan persoalan disiplin. Kalau orang sudah malas orang akan susah aplikasikan ilmu,” ujarnya.

“Di negara maju disiplin itu dibentuk di dunia pendidikan. Kalau anak masuk pagi jam lima maka anak anak akan terbiasa tidak tidur telat pada malam hari. Manajemen waktu itu harus kuat,” sambung dia menjelaskan.

Linus Lusi mengatakan jika launching sekolah  jam 05.30 dengan pilot project dua sekolah di Kota Kupang adalah tahap awal.

“Kita lakukan di sini sebagai pergerakan jangka panjang. Harapan kita ke depan ada kesadaran kolektif untuk sekolah lain atas kesepakatan orang tua. Ini butuh napas panjang. Soal kesiapan proses tetap berjalan. Kondisi kita beda apalagi sekolah negeri. Kita memberikan harapan baru sambil kita membenah diri. Ini embrio awal kalau ada kesepakatan guru dan orang tua di sekolah lain bisa dilakukan,” jelasnya.

Kata dia, polemik terkait sekolah jam 05.30 merupakan bentuk cinta tentang pendidikan.

“Kita refleksi dan kita perbaiki. Kalau semua sudah ready pasti ada payung hukumnya,” katanya.

Sementara itu, Hendrikus Hati Kepala SMAN 6 Kupang justru mengatakan jika tidak ada kendala dan juga resistensi dari orangtua terkait penerapan sekolah jam 5.30.

“Kita sebagai pelaksana menerima deretan informasi dari orangtua. Ada apresiasi karena anak bisa bangun pagi dan malam anak anak tidak keluyuran,” ujar Hendrikus.

Menurutnya, sejauh ini orangtua tidak ada yang protes.

“Kalau soal kehadiran siswa mereka menyesuaikan diri,” katanya. (Ikz)

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories