Ketika Mabala Berkarya Tanpa Suara

  • Whatsapp
Bakal Calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua Drs. Nikodemus Rihi Heke, M.Si
Kupang,lensantt.com- Beda pemimpin beda juga cara memimpin. Ada yang bekerja kemudian  menyampaikan ke publik dengan cara berteriak lantang.
Ada juga tipe pemimpin yang bekerja tanpa berkoar karena hasil penilaian ditentukan oleh masyarakat sebagai penikmat.
Bupati sabu raijua Nikodemus Rihi Heke saat meerima penghargaan Goa Mabala sebagai Runer Up diMalam Penganugerahan API
Dan tipe ini yang dimiliki,  Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke. Dia tak banyak bicara hanya terus berkarya.
Gebrakan pria yang lebih dikenal dengan nama Mabala ini, benar-benar hanya untuk masyarakat sabu raijua.
Segudang prestasi telah diraih sebut saja Lobi sang Mabala untuk menambah maskapai penerbangan. Alhasil Dimonim Air terbang ke pulau Sabu.
Bukan hanya itu, gebrakan dibidang kesehatan oleh pria yang dikenal murah senyum ini juga dibilang sukes.bagaimana tidak, dengan menghandeng BPJS kesehatan 97 persen warga Sabu Raijua mendapat pelayanann kesehatan gratis.
Dan Sarai masuk 3 besar dari 22 kabupaten/kota yang mempunyai presense terbaik soal partisipasi.
Dibidang pariwisata, Goa Mabala menjadi runner up destinasi wisata terbaik terpopuler versi API.
Kelabba Maja pun di kenal luas saat Nikodemus Rihi Heke menggelar Festival.
Piagam Penghargaan kelaba maja sebagai juarai I Kategori Surga Tersembunyo terpopuler Versi API
Segudang karya telah ditorehkan oleh sang Mabala namun, dirinya tak pernah berkoar tentang apa yang telah ia buat.
Malah serangan membabi buta didunia maya dari oknum yang tidak ingin melihat kemajuan Kabupaten Sabu raijua begitu kencang.
Tapi tak ada satupun serangan balasan, dari Mabala ia hanya diam dan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat sabu Raijua.
Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke saat melakukan penerbangan perdana Dimonim Air ke sabu Raijua
Dalam suatu kesempatan kepada media ini Mabala mengakui, kalau banyak serangan kepada dirinya apalagi di tahun politik seperti ini.
Namun menurut dia, tak perlu ditanggapi karena serangan yang dibangun adalah bagian dari dinamika. Sebagai seorang pemimpin harus siap menghadapi hal-hal tersebut.
“Itu dinamika, sebagai pemimpin kita harus terima,” ujarnya.
Bahkan, ia mengangap sentilan yang terkadang menyakitkan itu menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus membangun Kabupaten Sabu raijua.
“Saya pikir itu motivasi bagi saya.mereka menyerang saya bekerja,” tegasnya.
Dan benar saja, semakin di serang Mabala terus menunjukan kualitasnya sebagai seorang pemimpin dengan membuat terobosan baru.
Kalau pun ada kekurangan kata dia, itu lumrah sebagai manusia. “Kalau ada kekurangan itu lumrah, kekurangan akan dibenahi perlahan-lahah,” ujarnya.(ikz)

Komentar Anda?

Related posts