Kota Kupang, lensantt.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Kupang memberikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Kursus Tata Boga Aries yang dinilai konsisten melahirkan peserta didik berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja maupun usaha mandiri. Apresiasi ini disampaikan usai mengikuti acara pembukaan kegiatan kursus dan pelatihan di Tata Boga Aries, Senin (15/9/2025).
Kepala Bidang Pendidikan Pembinaan PAUD Dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Kupang Roos Dethan mewakili Kadis P&K, mengatakan bahwa kursus dan pelatihan di Tata Boga menjadi salah satu solusi nyata untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia usaha. Menurutnya, Tata Boga Aries telah berhasil membuktikan bahwa pendidikan nonformal mampu melahirkan peserta yang tidak kalah dengan pendidikan formal.
“Lembaga Kursus Tata Boga Aries patut diapresiasi karena tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat kue, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan. Banyak alumninya yang kini sudah bekerja di hotel, restoran, bahkan membuka usaha kuliner sendiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, adanya lembaga kursus Tata Boga Aries ini ini menjadi satu kekuatan kami di Dinas, karena lewat lembaga ini bisa merekrut anak-anak yang belum bekerja anak-anak usia produktif dari 15 tahun – 25 tahun sehingga mengurangi anak putus sekolah dan angka pengangguran.
“Ini mereka yang direkrut untuk memiliki keterampilan, nah di sini kan ada Pastry & Bakery agar anak-anak ini untuk bisa terampil dalam membuat kue untuk masa depan mereka,” kata dia.
Tujuan Pemerintah Kota dan Tata Boga Aries untuk mengurangi angka pengangguran dan juga minimimalisir yang namanya kekerasan dalam rumah tangga.
“Jika bisa menghasilkan sendiri akan mengurangi angka kekerasan,” kata dia.
Sementara itu, pimpinan Lembaga Kursus Aries Henny gripa dalam kesempatan yang sama, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus dan Kemendikdasmen. Ia menuturkan bahwa sejak berdiri, lembaga ini berkomitmen membantu masyarakat, terutama kaum muda dan ibu rumah tangga, untuk memiliki keterampilan praktis yang bernilai ekonomis.
“Kami ingin setiap peserta yang keluar dari sini bukan hanya pandai membuat kue, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan peluang usaha. Kami juga tekankan pentingnya standar kebersihan, pelayanan, serta kualitas pengelolaan bisnis kuliner yang baik,” jelasnya.
Adapun perkembangan usaha bidang kuliner tata boga dengan keterampilan Pastry & Bakery begitu pesat saat ini membuat setiap orang ingin mencari peluang usaha di bidang tersebut salah satunya yang menjadi tren adalah usaha kuliner kue dan roti.
Perkembangan tersebut tampak dengan maraknya bisnis kuliner yang muncul mulai dari usaha secara online Home Industri atau Rumahan, Kaki Lima, Cafe dan Restoran Kelas Atas bahkan di saat ini bisnis kuliner tetap laris manis karena bisa dijual secara online dengan menggunakan jasa grab, maxim dan menjadi peluang paling baik.
Hal tersebut membuat sebagian masyarakat yang belum memiliki keterampilan di bidang tata boga khususnya kuliner pastry & bakery ingin memperdalam pengalamannya di bidang tersebut.
Lembaga Kursus dan Pelatihan Tata Boga Aries bekerja sama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktotat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Kebudayaan Kota Kupang, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, dan Kemendikdasmen dalam hal ini LKP berusaha untuk mendapatkan bantuan dana demi melatih peserta kursus yang tidak mampu membayar biaya pelatihan yang sangat mahal.
Oleh sebab itu diharapkan kepada semua peserta agar dapat mengikuti kursus dengan tekun sampai dengan selesai sehingga hasil yang diperoleh setelah mengikuti kursus dan pelatihan di Tata Boga Aries dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan juga pengalaman baru.
“Sehingga kedepannya bisa membuka lapangan kerja sendiri khusus di bidang Pastry and Bakery dan dapat memperoleh uang dari hasil usaha sendiri dan tidak bergantung kepada orang tua atau pun suami.
Waktu pelaksanaan kegiatan adalah 150 jam pembelajaran mulai dari hari Senin sampai dengan Sabtu tepat jam 09.00 hingga 15.00 WITA. Dalam setiap hari ada 6 jam pembelajaran selama 25 kali pertemuan,” tutupnya.
Pda tahun 2025 terdapat 26 orang yang ikut kursus di LKP Tata Boga Aries yang terdiri dari 25 orang perempuan dan 1 orang laki-laki.
Untuk materi kurikulum berbasis kompetensi dari direktorat kursus dan pelatihan juga bekerja sama dengan UMKM Kompiang Nachira, UMKM Debali, UMKM Bedo Ida, Media Online Lensantt.com, Platform digital Bank BRI dan Dinas Koperasi Provinsi NTT.
Dia mengharapkan, peserta yang berjumlah 26 orang tersebut dapat mengikuti kurus sampai selesai dan tidak ada yang mengundurkan diri. Setelah selesai kursus peserta akan mendapat sertifikat dari lembaga dan barang berupa alat dan bahan diantaranya kompor, oven, mixer dan barang lainnya.
Selain itu setelah kursus peserta akan dimonitoring oleh lembaga selama 1 tahun.
Dia juga berharap salam pelatihan peserta didik serius dalam mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir karena peraturan yang ditetapkan peserta wajib melakukan registrasi (scan wajah). Begitu juga setiap instruktur yang terjadwal mengajar, harus melakukam scan wajah terlebih dahulu.
“Jika ada salah satu peserta yang tidak melakukan scan wajah maka aplikasi pembelajaran tidak akan terbuka,” ucapnya. (Ikz)
