Lensa NTT

Geliat Bupati Sarai Untuk Pendidikan, Dikti Setuju Sabu Raijua Bentuk Universitas

Jakarta, lensantt.com- Bicara lobi dan membangun jaringan Bupati Kabupaten Sabu Raijua memang jagonya.
Terbukti, beberapa hasil kerjanya sudah dinikamati Rakyat Kabupaten Sabu Raijua sebut saja listrik yang kini sudah semakin membaik.
Kali ini pria yang di sapa Mabala ini memilih ke Kementrian Dikti untuk memastikan keberadaan perguruan Tinggi (Universitas) di  Kabupaten dengan julukan “Sejuta Lontar tersebu”.
Geliat Nikodemus Rihi Heke untuk pendidikan itu ternyata “Berbuah  Manis” Dikti melalui Direktur Kelembagaan menyetujui untuk mendirikan perguruan tinggi

“Untuk pendirian perguruan  tinggi itu, kita sudah ketemu dengan Dikti direkturnya, dari kelembagan,” Kata Drs.Nikodemus N Rihi Heke, M.Si Via Pesan Whatsapp Senin (15/11/2021).

Bukan Maballa namanya jika apa yang ia perjuangkan tidak mendapat jawaban positif. Kabupaten diperkenankan membentuk perguruan tinggi berupa Institut atau akademik asalkan menggandeng lembaga yang terakteditasi.
“Kita mendapat jawaban yang postif bahwa kita bisa diperkenankan untuk bentuk perguruan tinggi dalam bentuk institut atau akademik dan kerja sama dengan lembaga yang berakreditasi,” kata dia.
 Kabupaten juga dimint membentuk lembaga atau kerjasama dengan pihak yayasan untuk menaungi
“Karena satu yang harus dipikirkan bahwa untuk membentuk mengarah kepada terbentuknya sebuah perguruan tinggi negeri untuk sementara dipending, jadi dia masih bersifat bukan negri dan prodi yang kita siapkan masih sama dengan prodi yang lalu,” tegasnya.
 Pihaknya akan membentuk prodi atau program studi mulai 3 prodi yang lalu. Yaitu, prodi pengolahan hasil , prodi lahan kering dan prodi kelautan dan perikanan.
” Kemudian lewat itu maka kita diperkenankan untuk segera membuat usulan melalui lembaga Dikti wilayah 15 yang ada di NTT,” ujarnya.
“Kemarin kita bersama-sama dengan kepala-kepala lembaga Dikti 15 NTT temui direktur kelembagaan di Dikti dengan Kemendikbud,” kata dia.
 Untuk itu ia mengharapkan dengan fasilitas yang sudah tersedia seperti kesiapan-kesiapan personil, pengajar, dosen yang sudah dimiliki dan  kurang lebih 17 orang disekolahkan bisa memperlancar proses tersebut.
 Soal tempat, lokasi sudah  dipersiapkan selanjutnya dukungan dari pemerintah dan dukungan lembaga lain.
” Misalnya ada kurikulum yang sudah dipersiapkan namun ada dosen luar yang menjadi dosen pendukung yakni, lembaga-lembaga perguruan tinggi yang ada di NTT, Undana dan lain-lain bisa kita manfaatkan sesuai dengan aturan ketentuan yang ada,” kata dia.
Dukungan doa seluruh masyarakat Sabu Raijua menjadi kekuatan tersendiri.’ Kami butuh dukungan doa dari seluruh rakyat Sarai,” pintanya.
Penulis : Eva Nambut
Editor    : Izack Kaesmetan

Komentar Anda?

Exit mobile version