Maumere, lensaNTT – Kepedulian terhadap pegawai dan keluarga yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores ditunjukkan jajaran manajemen Bank NTT.
Direktur Umum Bank NTT Rahmat Saleh turun langsung memantau kondisi pegawai serta keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril bagi para pegawai Bank NTT yang hingga kini masih menghadapi situasi sulit pascabencana.
Sejumlah rumah yang selama ini menjadi tempat paling nyaman untuk pulang kini belum dapat ditempati karena mengalami kerusakan. Dalam kondisi tersebut, para pegawai bersama keluarganya terpaksa beristirahat dan menjalani aktivitas sehari-hari di tenda-tenda darurat.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan ketidakpastian kondisi tempat tinggal, para pegawai Bank NTT tetap menunjukkan keteguhan. Mereka tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kondisi ini menjadi gambaran bahwa bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga menghadirkan tantangan kemanusiaan bagi mereka yang terdampak.
Meski demikian, semangat untuk tetap bekerja dan melayani masyarakat tidak ikut runtuh. Para pegawai Bank NTT berusaha tetap berdiri, menjalankan tugas, sekaligus mendampingi keluarga dalam menghadapi masa sulit pascagempa.
Kunjungan Direktur Umum Bank NTT juga menjadi pesan bahwa para pegawai dan keluarganya tidak menghadapi situasi tersebut sendirian. Ada kepedulian, kebersamaan, dan semangat untuk bangkit bersama dari kondisi yang terjadi.
“Rumah boleh rusak, tetapi semangat untuk melayani tidak boleh runtuh. Kita hadapi keadaan ini bersama-sama dan bangkit bersama,” menjadi semangat yang terus digaungkan di tengah kondisi pascabencana.
Bank NTT berharap seluruh pegawai dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan, serta ketabahan dalam melewati masa pemulihan.
Semoga Tuhan senantiasa melindungi seluruh pegawai dan keluarga Bank NTT, memberikan kekuatan dalam menghadapi setiap keterbatasan, serta memulihkan keadaan sehingga kehidupan dapat kembali berjalan seperti sediakala.
“Tetap kuat. Kita hadapi dan bangkit bersama,” Tutupnya. (Ikz)
