Kupang,lensantt. Pada Mei 2022, Provinsi NTT mengalami inflasi sebesar 0,23% (mtm).
“dibandingkan bulan sebelumnya, Kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT
Nyoman Ariawan Atmaja saat menggelar jumpa pers pada Kamis, (09/06/2002) .
Terjadi Inflasi terutama didorong oleh beberapa komoditas makanan seperti daging ayam ras, ikan tongkol, ikan tembang, dan ikan kembung.
Sementara itu, angkutan udara juga masih menjadi salah satu penyumbang inflasi di bulan Mei. Kemudian, pada bulan Juni Provinsi NTT diprakirakan mengalami deflasi. Prakiraan deflasi didorong oleh normalisasi harga komoditas pasca momen libur Idul Fitri di bulan Mei.
Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama dengan TPID terus mengupayakan inflasi pada yang terkontraksi menjadi faktor penghambat akselerasi.
Pertanian Kinerja luas panen & produksi padi yang tumbuh positif dan peningkatan sektor peternakan menjadi penopang tumbuhnya sektor pertanian.
Akan tetapi, kenaikan curah hujan pada bulan feb-maret hingga terjadinya
badai siklon Anika menghambat aktivitas nelayan dan menyebabkan
penurunan aktivitas penangkapan ikan. Hal ini tercermin dari ekpor ikan
dan udang pada Tw. I 2022 yang turun hingga 55,29% (yoy).
Kinerja sektor pariwisata di Tw. II diperkirakan melambat setelah mengalami pertumbuhan yang signifikan pada triwulan sebelumnya sebesar 25,91% (yoy). Penurunan sector pariwisata terkonfirmasi dari SBT Akmamin pada Tw. II 2022 yang tercatat melambat sebesar 0,15%, lebih rendah dibandingkan dengan Tw. I 2022. Disamping itu, TPK juga tercatat melambat pada level 29,64%.
Sementara Deselerasi kinerja LUkmamin diprakirakan tertahan seiring meningkatnya mobilitas dan kunjungan penumpang ke NTT dalam rangka HBKN Idul Fitri. (Ikz)
