Monday, July 22, 2024

BELAIAN KASIH SAYANG TIDAK BISA DIGANTIKAN GAME

-

Pada suatu waktu anak-anak sekolah minggu di gereja kami mengasingkan diri dari rumah dan orang tua, bersama guru-guru sekolah minggu mengadakan retreat ke luar kota

Pada malam terakhir, kelompok anak-anak berusia 10 – 12 tahun mengadakan renungan tersendiri. Pada malam itu anak-anak boleh mencurahkan isi hatinya kepada konselor, kepada guru-guru sekolah minggu mereka tentang apa yang menjadi beban di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ternyata sebagian dari anak-anak yang masih muda ini punya akar pahit terhadap orang lain. Siapakah orang lain itu? Teman di sekolah, tidak! Teman tetangga-tetangga, bukan! Guru-guru sekolah minggu, juga tidak! Orang lain itu ternyata adalah orang tua mereka sendiri. Anak-anak yang masih kecil itu punya akar pahit pada Papa, pada Mama, atau pada kedua orang tuanya

Sering sebagai orang tua kita tidak menyadari betapa anak-anak membutuhkan belaian kasih sayang dari kita. Tidak cukup dengan memberi uang atau barang-barang permainan. Kalau ada seorang Papa beranggapan: “Aku memang tidak punya waktu untuk anak-anak, sebagai kompensasinya aku memberi mainan-mainan yang baik dan pakaian yang baik bagi anak-anak-ku”. Sebuah pandangan yang keliru. Lebih baik tidak berikan uang, lebih baik tidak berikan mainan tapi berikanlah waktu, kasih dan sayang bagi anak-anak dan cobalah mengerti tentang perasaan mereka.

SUMBER : SUARA PERTOBATAN

Komentar Anda?

Izack Kaesmetan
Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
14,700SubscribersSubscribe
spot_img

Related Stories