Lampaui Target Hadiah HUT ke-64 dari Manajemen Baru
Kupang, lensantt.com – Ada usia yang hanya dihitung dengan angka, tetapi ada pula usia yang diukur dari kedewasaan. Di usia ke-64, Bank NTT seolah memasuki fase ketika perjalanan panjang tidak lagi sekadar menjadi catatan waktu, melainkan menjadi kebijaksanaan dalam menentukan arah. Seperti pohon tua yang akarnya semakin dalam mencengkeram tanah, bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur ini menunjukkan bahwa kematangan lahir dari proses, bukan dari usia semata.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Charlie Paulus, manajemen baru Bank NTT mulai memperlihatkan capaian yang memberi optimisme. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2026, aset perbankan di NTT tumbuh sebesar Rp4,432 miliar atau 8,35 persen secara year-on-year menjadi Rp57,503 miliar. Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan, termasuk Bank NTT, terus menguat.
Momentum ulang tahun ke-64 pun menjadi lebih bermakna karena sejumlah target strategis berhasil dicapai bahkan melampaui rencana. Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, Bank NTT memilih tidak hanya mengejar angka keuntungan, tetapi juga membangun fondasi tata kelola yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Manajemen memproyeksikan laba bersih tahun 2026 sebesar Rp43,6 miliar. Namun, fokus utama bukan semata-mata besarnya laba, melainkan memastikan pertumbuhan berlangsung dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Pada sektor pembiayaan perumahan, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) telah mencapai Rp210,5 miliar untuk 2.125 unit rumah. Capaian tersebut melampaui target awal pemerintah dan menunjukkan komitmen Bank NTT dalam mendukung masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian yang layak.
Bank NTT juga kembali dipercaya menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah sempat terhenti sejak 2019. Dengan dukungan cadangan modal yang mencapai Rp449 miliar, bank ini memperkuat perannya sebagai motor penggerak sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi denyut ekonomi masyarakat NTT.
Transformasi bisnis pun terus dijalankan dengan mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada kredit konsumtif sekaligus memperbesar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu inovasi yang mulai dirintis adalah program kewirausahaan perempuan sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha perempuan di NTT.
Direktur Umum Bank NTT, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa memasuki usia ke-64, Bank NTT terus melakukan pembenahan agar menjadi lembaga keuangan yang semakin kuat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Di usia ke-64 ini, Bank NTT terus berbenah menjadi lebih baik. Kami ingin menghadirkan layanan yang semakin profesional, memperkuat tata kelola, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujar Rahmat Saleh.
Menurutnya, pertumbuhan Bank NTT tidak boleh berhenti pada capaian bisnis semata. Keberhasilan bank harus berjalan beriringan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui akses pembiayaan yang sehat, penguatan UMKM, serta peningkatan ekonomi rakyat.
Sebab pada akhirnya, nilai sebuah bank bukan hanya terlihat dari besarnya aset yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar harapan yang berhasil ditumbuhkan. Di usia yang semakin matang, Bank NTT ingin membuktikan bahwa keberhasilan bukan sekadar soal bertahan, tetapi tentang terus memberi kehidupan bagi ekonomi daerah yang dilayaninya..(ikz)
