Home / Pariwisata / Kisruh Lomba Blog, Gideon Soai : Jangan Salahkan Dispar, Saya Siap Kembalikan Honor Juri

Kisruh Lomba Blog, Gideon Soai : Jangan Salahkan Dispar, Saya Siap Kembalikan Honor Juri

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kupang,lensantt.com – Kisruh lomba Foto, Blog, dan Vlog tentang pariwisata NTT seakan tak bisa dibendung. Keputusan dewan juri yang dinilai tidak sesuai dengan Kriteria lomba  menjadi awal mula permasalah.

Aksi protes dari Rusni Tege, salah satu peserta melalui unggahan di Facebook pada tanggal 8 Desember 2018 pun menjadi perbincangan hangat. Ditambah, pernyataan-pernyataan dimedia  oleh beberapa warga NTT yang mengkritisi kegiatan tersebut membuat persoalan semakin runyam.

Tak tahan dengan serangan bertubi-tubi akhirnya, Ketua dewan juri  Gideon Soai angkat bicara. Ia menegaskan, kesalahan bukan ada pada dinas pariwisata NTT. karena, Dispar NTT telah memberikan Kriteria penilaian diantaranya, dalam menulis peserta harus menimal 100 kata. Namun, dewan juri mengabaikan kriteria itu dengan berbagai pertimbangan.

Baca Juga :  Welly Rohi Mone : Selain Kolhua, Kali Dendeng Juga Solusi

“ Kalau mau disalahkan itu saya sebagai ketua, jangan salahkan Dispar,” Kata Gideoan Selasa (11/12/2018) di dinas pariwisata NTT.

“Jika memang hasil keputusan dinilai tidak sesuai, Saya siap kembalikan honor juri,” tambah dia.

Dia mengatakan, untuk penulisan blog pada era saat ini juga penempatan kalimat yang sederhana, foto-foto yang dipasang dalam tulisan.”Sasaran kita adalah seluruh pembaca dari kalangan bawah sampai atas “ jelasnya.

Dari informasi yang beredar, banyak yang mengkritisi penulisan dari Simon Nagitana.blogspot.com yang berhasil meraih juara 3. Namun, pertimbangan juri adalah penulis benar-benar merincikan mulai dari tembok sampai ke pintu.”dia terpirinci,” ungkapnya.

Soai mengakui, kalau dia tidak mengetahui Gereja Katolik St. Antonius Pandua yang terletak di Sasi Kefamenanu adalah objek tulisan dari peraih juara 3 sudah Viral di dunia maya.”Saya benar-benar tidak tau,” kata dia.

Baca Juga :  Ray Fernandes : TdT Harus Jadi Kegiatan Rutin

Menurut dia ada 3 kriteria penilaian yang utama yakni, Menarik, informatif dan mudah dicerna oleh masyarakat awam.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu mengatakan, soal penjurian pihak dinas tidak mengintervensi karena dinas telah memberikan kepercayaan penuh.

“Kami tidak mengintervensi juri, karena kami yakin mereka professional di bidangnya,” kata dia. (Ikz)

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Terbaru

Bupati Sumba Barat Daya Resmikan Perpustakaan Ramah Anak

Tambolaka,lensantt.com -Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ko...

Valdi Pratama, Bisnis dan Edukasi Pengolahan Kopi Petani

Denpasar. Lensantt.com - Sosok pengusaha muda Valdi Prata...

KRN "Godok" Calon Dirum Bank NTT

Kupang, lensantt.com- Setelah tanpa pajabat defitif akh...

Rancangan Besar Bank NTT Lewat Road Map Masyarakat Ekonomi 

Kupang, lensantt.com - bank NTT tak hentinya berpikir unt...

Berdayakan Pelaku Usaha, Bank NTT Cabang Waikabubak Luncurkan Program LOPO

Waikabubak, lensantt.com- bank NTT kembali membuat inovas...
error: Tidak boleh di Copas