Beranda Nasional Kejagung Tetapka SW Pejabat Bank BTN Sebagai Tersangka 

Kejagung Tetapka SW Pejabat Bank BTN Sebagai Tersangka 

Jakarta,lensantt.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tujuh orang sebagai tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi novasi bank dengan total nilai kerugian negara mencapai hampir Rp50 miliar.

Tiga dari tujuh tersangka tersebut merupakan salah satu pejabat Bank BTN pada Asset Management Division (AMD) sekaligus sebagai Ketua Serikat Pekerja pada bank tersebut berinisial SW dengan surat penetapan tersangka bernomor TAP-01/F.2/Fd.2/01/2020.

Tersangka lainnya adalah AMD Head Area II Bank BTN SB dengan nomor surat penetapan tersangka TAP-02/F.2/Fd.2/01/2020 dan AM selaku Kepala Unit Komersial Landing Bank BTN cabang Sidoarjo dengan nomor surat penetapan tersangka TAP-03/F.2/Fd.2/01/2020.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah mengungkapkan ketujuh orang itu diduga kuat terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi yang telah merugikan keuangan negara hampir Rp50 miliar dari kedua kasus korupsi tersebut.

Baca Juga :  Juli 2019 Mendatang, Pemkab Sabu Raijua Akan Gelar Festival Kelaba Maja

“Total sudah tujuh orang yang kami tetapkan sebagai tersangka dari dua kasus korupsi yang terjadi pada bank BUMN tersebut,” ujar Febrie Adriansyah, Jumat (24/1/2020).

Sementara keempat tersangka menurut Febrie berasal dari unsur swasta yaitu PT Tiara Fatuba dan PT Lintang Jaya Property.

Menurut Febrie diduga kuat, ada kesalahan prosedural dalam pemberian kredit yang dilakukan secara melawan hukum karena tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran Direksi Bank BUMN tersebut.

AMD yang dikepalai oleh SW secara sepihak melakukan novasi (pembaharuan hutang) kepada PT. NAPtanpa ada tambahan agunan dan menyebabkan kredit macet kembali.

Baca Juga :  Walikota : Jokowi Janji Bantu Pembangunan Di Kota Kupang

SW kembali melakukan novasi secara sepihak PT. NAP kepada PT. LJP yang dilakukan tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Serta dilakukan tanpa adanya tambahan agunan yang menyebabkan kredit macet bertambah besar dan dalam masuk kategori kolektibilitas 5. (fh)

Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Pengakuan  Warga NTT Yang Pertama Positif Covid-19

 Kupang,lensantt.com- Warga provinsi NTT sempat dihebohkan lantaran informasi kalau salah seorang warga NTT sudah positif Covid-19. Informasi tersebut lantaran belum dipastikan nama dan alamat warga...

Gubernur NTT Segera Umumkan Soal Warga NTT Yang Positif Covid-19  

 Kupang,lensantt.com - Informasi soal seoarang warga NTT yang terindikasi positif covid-19 beredar luas. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian soal tempat domisili warga tersebut. Untuk...

Soal Pasien Positif Corona Asal NTT, Kadis Kesehatan :  Bukan Di Kota Kupang

Kupang, lensantt.com- Juru bicara pemerintah pusat Achmad Yurianto merilis satu orang warga Provinsi NTT dinyatakan positif Covid-19. Kepala Dinas  Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowaty M.Kes,...

Informasi Libur Tiga Hari Hoax,  Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang : Aktifitas Ekonomi Berjalan Normal

 Kupang, lensantt.com -  Sejak Rabu (08/04/2020) kemarin hingga hari ini beredar informasi di media sosial tentang penghentian aktifitas seluruh masyarakat Kota Kupang selama tiga hari penuh,...

Kantor  Desa Tuasene Tak Dibuka, Acara Serah Terima Plt. Kades Batal

 So'e,lensantt.com - Acara  serah terima PLT kepala Desa Tuasene Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten TTS Kamis (09/04/2019) akhirnya harus dibatalkan lantaran kantor desa yang akan digunakan...