Beranda Hukrim Diduga Oknum Guru Di Rote Ndao Perkosa Penyandang Disabilitas

Diduga Oknum Guru Di Rote Ndao Perkosa Penyandang Disabilitas

 Ba’a,lensantt.com – Bejat, kalimat yang layak berikan kepada TU seorang oknum  guru Sekolah Luar Biasa (SLB),  Sanggoen, Desa Sanggoen Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao diduga melakukan perbuatan bejad memperkosa seorang siswi penyandang distabilitas yang adalah muridnya.

karena oknum tersebut diduga telah memperkosa AN (18), seorang gadis penyandang disabilitas di kabupaten Rote Ndao.

Kasus tersebut terungkap setelah korban melaporkan aksi bejat gurunya kepada orangtuanya pada sabtu 14 Maret 2020. Mendengar cerita anak gadis berkebutuhan khusus itu, keluarga pun langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Rote Ndao, Sabtu (14/3/2020)

“Kejadian pada hari jumat, namun anak ini lapor orangtua pada hari sabtu pagi, karena dia mengadu di sekolah tapi pihak sekolah tidak mengambil tindakan apa-apa, lalu dia pulang melapor ke orangtuanya karena selama ini dia tinggal di asrama”, jelas Leksi Ndun, kerabat korban.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Oknum Guru Pelaku Pemerkosa Gadis Disabilitas Di Rote Ndao 

Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Wahyu A.A.Septyan S.SIK, ketika dikonfirmasi melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Bripka Elvis Pada, kepada wartawan, Rabu (18/3/2020) membenarkan adanya laporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh terduga Thomas Udju terhadap muridnya AN.

“Sesuai olah TKP dan keterangan dari korban, pelaku sempat menganiaya korban, kemudian memaksa masuk belukar dengan menanggalkan pakaiannya terlebih dahulu lalu memaksa korban untuk ikut menanggalkan pakainnya”, jelas Bripka Elvis.

Ia menjelsakan,  Bripka Elvis menjelaskan, sebelumnya pelaku mengajak korban dan seorang teman korban ke rumah pelaku, setelah beberapa lama di rumah pelaku, kemudian pelaku mengantar pulang korban dan temannya ke sekolah.

Setelahi itu, pelaku mengajak korban pergi makan bakso, pada saat pulang makan bakso, pelaku dengan beringas memaksa korban untuk memuaskan napsu bejatnya.

Baca Juga :  Kisruh APBD Rote Ndao, DPRD Tolak Gunakan Perkada
Baca Juga :  Dua Jaksa Dilapor Ke Kejagung, Kajati NTT Dapat Giliran Berikut

“Kalau dilihat dari tanda-tanda kekerasan di fisiknya, korban sempat dianiaya. Dia ditampar sebanyak dua kali di pipi kiri dan kanan. Pipi sebelah kanan korban ada luka”, ungkapnya

Terkait kasus tersebut, Bripka Elvis Pada, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi dan juga telah dilakukan Visum et repertum namun masih memunggu hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a.

“Apabila sesuai hasil penyidikan dan visum menunjukan titik terang, maka pelaku akan dipanggil dan apabila tidak mengindahkan maka akan dilakukan upaya paksa”, tegasnya. (Ikz/metrobuana/tim)

Izack Kaesmetan
Owner & Jurnalist LENSANTT.COM, Anggota DPD HPSI NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

2019  Lalu, Badan Pertanahan TTS Berikan Ribuan Pelayanan Gratis

Soe, lensantt. Com - tercatat kurang lebih 6500 pelayanan gratis sudah diberikan oleh Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Kabupaten TTS. Pelayanan gratis tersebut terdiri dari, 3000...

PDAM Kota Kupang Pasang Wastafel Portable di Pasar dan Taman

 Kupang, lensantt.com - Sebagai langkah antisipatif terhadap wabah corona (Covid-19), PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang yang dipimpin Johanis Ottemoesoe memasang wastafel portable di beberapa area...

Masker Hasil Jahitan Istri Bupati Sabu Raijua Dibagikan, Masyarakat : Terima Kasih Mama

Seba,lensantt.com- Langkah Istri Bupati Sabu Raijua Martina Rihi Heke-Raga lai menjahit masker dan bagikan ke masyarakat sempat menuai kontraversi. Didunia maya sebagian oknum dengan mengunakan akun...

Tangani Covid-19, Pemkab Sarai Siapkan  13 M 

 Menia,lensantt.com - Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menyiapkan dana senilai 13 Miliar untk menangani covid-19. Keputusan itu diambil setelah Bupati sabu raijua,Drs.Nikodemus Rihi didampingi oleh Sekda Septenius Bule Logo,...

Jumlah ODP Di NTT Capai 506 Orang, Libur Sekolah Diperpanjang Hingga 21 April 2020 

Kupang,lensantt.com -  jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di NTT hingga saat ini telah mencapai 509 orang. Dengan meningkatnya, jumlah penderita corona virus arau Covid-19 di Indonesia...
error: Tidak boleh di Copas